Kompas.com - 24/12/2019, 21:30 WIB

KOMPAS.com - Momentum menjelang libur panjang akhir tahun identik dengan aktivitas lembur bagi pekerja baik di sektor swasta maupun negeri.

Banyak di antara pekerja kemungkinan menghabiskan waktu atau tinggal lebih lama di kantor.

Jika diperkenankan pulang tepat waktu, mereka kadang diminta untuk merampungkan pekerjaan tutup buku di rumah.

Kondisi "kejar setoran" tersebut membuat jam kerja pekerja menjadi lebih panjang ketimbang biasanya.

Menghadapi situasi tersebut, Anda patut mewaspadai datangnya penyakit tekanan darah tinggi.

Melansir Health Day (19/12/2019), orang yang bekerja dengan jam kerja lebih panjang lebih berisiko terkena hipertensi.

Sementara tekanan darah tinggi tersebut erat dikaitkan juga dengan penyebab penyakit jantung dan stroke.

Jurnal Hypertension baru saja merilis penelitian yang melibatkan 3.500 pekerja kerah putih di Kanada.

Baca juga: Sering Diwaspadai, Kenali Gejala dan Cara Cegah Darah Tinggi

Menurut riset, responden yang bekerja 49 jam per minggu berisiko 70 persen lebih tinggi terkena hipertensi ketimbang pekerja yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu.

Hipertensi yang mengancam para pekerja tersebut adalah hipertensi terselubung (masked hypertension).

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Health Day
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.