Studi Sebut Kenaikan Gaji Efektif Turunkan Angka Bunuh Diri, Kok Bisa?

Kompas.com - 10/01/2020, 09:32 WIB
Ilustrasi gaji Thinkstockphotos.comIlustrasi gaji

KOMPAS.com - Bunuh diri menjadi masalah kesehatan mental yang disorot dunia.

World Health Organization (WHO) pada 9 September 2019 lalu menyebut, setiap 40 detik satu orang meninggal dunia karena bunuh diri.

Organisasi Kesehatan Dunia itu pun lantas menyerukan agar semua pihak bergandengan tangan menyusun strategi pencegahan bunuh diri.

Selain lewat program kesehatan, pecegahan bunuh diri juga diinternalisasi lewat pendidikan berkelanjutan.

Melansir Medical News Today, penyebab bunuh diri bisa dilatari berbagai faktor.

Antara lain kesehatan fisik dan mental terganggu, kesepian, menjadi korban kekerasan, atau punya pengalaman traumatis.

Baca juga: Memahami Penyebab Orang Ingin Bunuh Diri dan Cara Mencegahnya

Kenaikan gaji belasan ribu rupiah berdampak besar

Selain faktor fisik dan mental, di beberapa kasus juga ditemui bunuh diri terkait faktor ekonomi.

Dari penyebab tersebut, tim riset dari Emory University, di Atlanta, Georgia, AS, meneliti dampak kenaikan gaji pada angka bunuh diri di negara setempat.

Riset yang dipublikasikan di Journal of Epidemiology & Community Health itu menunjukkan, kenaikan gaji 1 dollar AS atau setara Rp 13.845 dapat mencegah bunuh diri belasan ribu orang per tahun.

Para peneliti menggunakan teknik observasi dengan mengamati gaji orang berusia 18 sampai 64 tahun, pada medio 1990 sampai 2015, di Amerika Serikat.

Baca juga: Kerja dari Rumah, Lebih Baik atau Buruk buat Kesehatan?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X