Mitos atau Fakta, Ibu Hamil Pantang Minum Susu Kedelai?

Kompas.com - 23/01/2020, 20:04 WIB
Susu kedelai sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, dan diklaim memiliki nutrisi yang berlimpah. VIA THINKSTOCKSusu kedelai sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, dan diklaim memiliki nutrisi yang berlimpah.

Kendati secara umum aman, namun ibu hamil yang punya gangguan kesehatan hipotiroidisme dan kanker payudara perlu berhati-hati saat mengonsumsi susu kedelai.

Kandungan fitoestrogen dalam kacang kedelai dapat bereaksi dengan kondisi-kondisi tersebut.

Sebaiknya, ibu hamil berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu bila ingin meminum susu kedelai saat hamil dengan hipotiroidisme atau kanker payudara.

Manfaat susu kedelai untuk ibu hamil

Susu kedelai buat ibu hamil memiliki banyak manfaat, di antaranya:

  • Sumber protein yang baik, terutama bila ibu hamil merupakan vegetarian atau mengidap intoleransi laktosa yang terdapat pada susu sapi
  • Sumber asam omega 3, terutama bagi vegetarian sebagai pengganti kandungan ini yang biasanya terdapat pada ikan atau hewan laut
  • Menurunkan kolesterol sehinga baik dikonsumsi ibu hamil yang memiliki kolesterol tinggi
  • Mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan selama hamil, karena kedelai dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama
  • Nutrisi pada susu kedelai dapat dinikmati oleh janin
  • Membantu mencegah terjadinya cacat bawaan lahir karena susu kedelai juga mengandung asam folat dan zinc

Batas aman konsumsi

Kendati susu kedelai aman dikonsumsi ibu hamil, namun konsumsinya disarankan tidak berlebihan.

Ibu hamil membatasi konsumsi susu kedelai hanya satu sampai dua gelas per hari.

Pasalnya, kacang kedelai mengandung phytic acid (asam fitat), yaitu zat pada tanaman yang mengikat mineral.

Sisi positifnya, asam fitrat dapat menangkal penyerapan logam berat oleh tubuh, seperti merkuri dan timbal yang dapat membahayakan pertumbuhan janin.

Di sisi lain, phytic acid juga menghalangi penyerapan mineral penting yang dibutuhkan janin, seperti niacin, kalsium, magnesium, zat besi, dan zinc.

Efek lain saat berlebihan dalam mengonsumsi susu kedelai untuk ibu hamil, yakni menurunnya kadar kolesterol. 

Efek ini baik saat ibu hamil tidak sedang mengandung. Namun, saat hamil perempuan butuh kolesterol untuk memproduksi hormon progesteron, estrogen, dan vitamin D.

Baca juga: Belajar dari Tantri KotaK, Ini 7 Kiat Ibu Hamil Bebas Toksoplasma

Terakhir, kandungan fitoestrogen dalam kedelai dikhawatirkan menimbulkan berbagai masalah pada janin, seperti kelainan penis pada bayi laki-laki. Namun, klaim ini baru terbukti berdasarkan penelitian pada hewan.

NHS sendiri menyatakan hanya sedikit fitoestrogen pada kedelai yang diserap oleh tubuh manusia. Dengan kata lain, fitoestrogen tidak akan menimbulkan efek yang berarti pada ibu hamil.

Jika ibu hamil masih ragu ingin mengonsumsi susu kedelai saat hamil, konsultasikan dengan dokter.

Halaman:

Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X