Kompas.com - 29/01/2020, 10:34 WIB
Petugas keamanan bandara berjaga saat wisatawan asal China baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas keamanan bandara berjaga saat wisatawan asal China baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China.

KOMPAS.com - Virus corona jenis baru yang merebak dari Wuhan, China, membuat sejumlah orang khawatir tertular penyakit ini.

Sejak muncul pada akhir Desember 2019, Wuhan coronavirus atau 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) terdeteksi di sedikitnya 16 negara.

Merujuk peta persebaran Wuhan coronavirus John Hopkins University, per Selasa (28/1/2020) sore, jumlah orang yang terinfeksi mencapai 4.474 orang.

Dari jumlah tersebut 107 di antara penderita yang terjangkit Wuhan coronavirus meninggal dunia.

Baca juga: Cara Pakai Hand Sanitizer untuk Cegah Penularan Infeksi Virus Corona

Melansir pemberitaan Kompas.com, Selasa (28/1/2020), Indonesia masih nihil temuan kasus positif terjangkit virus corona biang pneumonia itu.

Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada 13 orang yang diobservasi karena diduga mengidap gejala yang mengarah pada virus corona.

Beberapa gejalanya antara lain demam, batuk, pilek, punya riwayat mendatangi Wuhan, atau pernah melakukan kontak langsung dengan penderita infeksi Wuhan coronavirus.

Sejauh ini, 11 orang dinyatakan negatif terjangkir virus corona.

Sedangkan status dua orang lainnya, menunggu hasil tes dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes.

Baca juga: Cara Pakai Masker untuk Cegah Penularan Infeksi Virus Corona

Tak perlu panik berlebihan

Dr Novita Eva Sawitri, Sp.P., M.Kes. dari Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta, menyarankan masyarakat tak perlu panik berlebihan menanggapi perkembangan wabah virus corona.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.