Gangguan Belajar pada Anak: Jenis, Penyebab, hingga Cara Menanganinya

Kompas.com - 19/02/2020, 10:34 WIB
Ilustrasi anak shutterstockIlustrasi anak

KOMPAS.com - Meski telah berusaha keras, banyak anak-anak merasa sulit menerima pelajaran di sekolah sehingga mempengaruhi nilai akademis mereka.

Hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa sang buah hati mengalami learning disorder atau gangguan belajar.

Gangguan belajar membuat seorang anak mengalami kesulitan dalam satu atau lebih bidang pembelajaran.

Baca juga: 5 Ciri Anak Mengalami Gangguan Belajar

Gangguan belajar bukan berarti tanda bahwa anak tersebut bodoh atau malas belajar.

Menurut penasihat pendidikan Monica Mandell, gangguan belajar adalah gangguan proses psikologis yang terlibat dalam pembelajaran.

“Ini dapat memengaruhi cara seseorang belajar cara membaca, menulis, melakukan matematika, atau proses belajar lainnya,” ucap dia, dilansir dari Healthline.

Jenis gangguan belajar

Menurut psikolog anak Jessica Myszak, ada tiga jenis gangguan belajar yang kerap terjadi pada anak-anak. Gangguan tersebut antara lain:

1. Disleksia

Gangguan ini membuat anak kesulitan dalam membaca kata-kata secara akurat.

2. Disgrafia

Gangguan ini membuat anak memiliki kesulitan yang signifikan dalam mengekspresikan diri secara tertulis.

Anak yang menderita disgrafia biasanya membutuhkan waktu lama untuk menulis beberapa kalimat atau tulisan mereka mungkin sangat sulit dibaca karena ejaan yang buruk.

3. Dyscalculia

Kondisi ini membuat anak kesulitan memahami angka, menghafal fakta aritmatika sederhana, atau mampu bernalar melalui masalah kata.

Baca juga: Hati-hati Para Orangtua, 5 Kalimat Ini Bisa Runtuhkan Dunia Anak-anak

Penyebab gangguan belajar

Melansir Hello Sehat, ganguan belajar biasanya disebabkan adanya gangguan terhadap perkembangan otak anak, entah ketika anak masih berada di dalam kandung, saat lahir, ataupun ketika berusia balita.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan seorang anak mengalami gangguan perkembangan otak antara lain:

  • Ibu mengalami komplikasi saat masa kehamilan.
  • Terjadi masalah ketika persalinan, sehingga membuat oksigen tidak diterima oleh si bayi dan menyebabkan otaknya terganggu.
  • Ketika balita, anak mengalami sakit yang keras seperti meningitis atau trauma pada bagian kepala.
  • Lalu apa yang harus dilakukan orangtua ketika anak mengalami gangguan belajar?

Cara mengatasi gangguan belajar pada anak

Selain meminta bantuan kepada ahli, ada tiga hal yang harus dilakukan untuk membantu anak yang mengalami gangguan belajar. Melansir laman Healthy Children, berikut hal tersebut:

- Fokus pada kemampuan anak

Semua anak memiliki bakat khusus serta kelemahan. Temukan bakat anak Anda dan bantu dia untuk mengembangkannya.

Anak Anda mungkin pandai matematika, musik, atau olahraga atau kesenian. Pastikan untuk sering memuji anak saat ia berhasil atau mampu menyelesaikan suatu tugas.

Baca juga: Memahami Dunia Anak Autistik Lewat Lukisan

- Kembangkan keterampilan sosial dan emosional anak

Ketidakmampuan belajar dan tantangan yang hadir saat tumbuh dewasa dapat membuat anak sedih, marah, atau menarik diri.

Bantu anak Anda dengan memberikan cinta dan dukungan. Yakinkan sang anak bahwa setiap orang memiliki proses belajar yang berbeda.

Cobalah untuk menemukan klub, tim, dan kegiatan lain yang bisa menumbuhkan kemampuan sosial dan emosional sang anak serta membantunya membangun rasa percaya diri.

- Rencanakan masa depan

Banyak orangtua khawatir dengan masa depan anak-anaknya. Namun, jangan tunjukan itu kepada buah hati kita.

Orangtua harus bisa menyakinkan bahwa semua orang berhak meraih kesuksesan, termasuk buah hati kita.

Faktanya, banyak orang dengan gangguan belajar memiliki kecerdasan tinggi dan berhasil meraih kesuksesan dalam hidup.

Otang tua juga bisa membantu sang anak merencanakan karier sesuai keterampilannya untuk membantu membangun kepercayaan diri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X