Asam Urat: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Kompas.com - 21/02/2020, 14:06 WIB
Ilustrasi cedera dan nyeri BartekSzewczykIlustrasi cedera dan nyeri

KOMPAS.com - Penyakit asam urat tidak lagi asing di telinga orang Indonesia. Penyakit yang ditandai dengan rasa nyeri tak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di area persendian ini kerap menghantui orang Indonesia.

Saat asam urat kambuh, pasien pasti merasa terganggu dan menjadi sulit untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Sebenarnya, apakah asam urat itu dan apa yang memicu penyakit ini terjadi?

Melansir Medline Plus, asam urat adalah zat kimia yang dibuat ketika tubuh memecah zat yang disebut purin.

Baca juga: Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Urat

Purin biasanya diproduksi di dalam tubuh dan juga ditemukan di beberapa makanan dan minuman seperti:

  • daging tertentu
  • ikan sarden
  • kacang kering
  • Bir

Sebagian besar asam urat larut dalam darah dan mengalir ke ginjal, yang kemudian dikeluarkan oleh tubuh lewat urine.

Penyebab

Jika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau tidak dapat mengeluarkannya, asam urat akan menumpuk didalam darah dan membuat sendi terasa sakit.

Tingkat asam urat yang tinggi juga bisa membuat urine dan darah terlalu asam. Penumpukan asam urat dalam tubuh bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

Asam urat dapat terkumpul dalam tubuh Anda karena berbagai alasan. Beberapa di antaranya adalah:

  • diet
  • genetika
  • obesitas
  • stres

Baca juga: Makan Daging Entok Sebabkan Asam Urat, Mitos atau Fakta?

Gejala

Melansir SehatQ, gejala asam urat yang muncul pertama kali, umumnya berupa rasa sakit yang teramat sangat, dan pembengkakan di area jempol kaki.

Kondisi ini juga dapat terjadi pada persendian di tubuh bagian bawah lainnya, seperti lutut atau pergelangan kaki.

Umumnya, rasa sakit karena asam urat terjadi di satu area tubuh. Rasa sakit tersebut bisa membuat penderitanya sulit bergerak.

Namun, jika tidak segera ditangani dapat menyebar ke area lainnya seperti lengan, pergelangan tangan, hingga siku.

Secara umum, gejala asam urat dapat berupa:

  • Rasa nyeri yang muncul secara tiba-tiba di area persendian, umumnya saat tengah malam atau pagi hari
  • Melunaknya area persendian, dan terlihat seperti memar yang terasa hangat apabila disentuh
  • Kekakuan pada persendian
  • Tekstur kulit yang licin dan memerah pada sendi
  • Pembengkakan
  • Kondisi kulit yang kering dan mengelupas, setelah pembengkakan mereda.

Gejala dapat bertahan dalam waktu 3 hingga 10 hari.

Setelah itu, sendi yang sakit akan berangsur-angsur kembali normal. Namun, gejala asam urat dapat dirasakan lebih lama apabila perawatan tidak dilakukan sejak awal.

Baca juga: Halo Prof! Bagaimana Cara Mengatasi Sakit karena Asam Urat?

Cara mencegah asam urat

Melansir laman Healthline, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah asam urat datang. Berikut cara tersebut:

1. Hindari makanan manis

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa gula juga bisa menjadi penyebab potensial asam urat.

Menurut para ahli, jenis gula yang dapat menyebabkan tinginya risiko asam urat adalah fruktosa. Jenis gula ini sering ditemukan dalam makanan olahan dan minuman kemasan.

Fruktosa diserap lebih cepat oleh tubuh daripada gula dari makanan yang mengandung gula alami.

Hal ini dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan jumlah asam urat yang lebih tinggi.

2. Minum air lebih banyak

Sebagai langkah pencegahan agar asam urat tidak kembali kambuh, Anda disarankan untuk banyak minum air putih sebanyak 2 hingga 4 liter per harinya.

Pasalnya, minum banyak air membantu ginjal membuang asam urat lebih cepat.

3. Hindari alkohol

Minum alkohol bisa membuat Anda lebih dehidrasi yang juga memicu kadar asam urat tinggi.

Hal ini terjadi karena ginjal harus terlebih dahulu menyaring alkohol yang masuk dalam darah daripada asam urat dan limbah lainnya.

Beberapa jenis minuman beralkohol seperti bir juga mengandung banyak purin.

Baca juga: Apakah Penyakit Asam Urat Bisa Sembuh?

4. Pertahankan berat badan ideal

Kenaikan berat badan dapat meningkatkan kadar asam urat karena sel-sel lemak menghasilkan lebih banyak asam urat daripada sel otot.

Selain itu, berat badan berlebihan dapat mempersulit ginjal untuk menyaring asam urat.

5. Kurangi stres

Stres dapat meningkatkan peradangan. Peradangan dapat memicu tingkat asam urat yang tinggi.

Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga dapat membantu menguragi tingkat stres.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X