Kompas.com - 23/02/2020, 18:06 WIB

KOMPAS.com - Urusan privasi menjadi salah satu bahan pertimbangan para orangtua saat memisahkan ranjang atau kamar tidur anak.

Selain soal privasi, peningkatan kualitas tidur buah hati juga menjadi dasar para orangtua memutuskan anak tidur terpisah dari orangtua atau saudaranya.

Namun, beberapa orangtua tidak memisahkan tempat tidur anak untuk memperkuat hubungan keluarga atau karena keterbatasan lahan.

Baca juga: Haid Pertama pada Remaja, Apa Saja yang Normal dan Tidak?

Terlepas dari pilihan para orangtua, berikut beberapa pertimbangan mengapa anak perlu tidur terpisah dari saudara dan orangtuanya:

Usia anak

Tidak ada umur pasti kapan anak Anda butuh tidur terpisah dari orangtua atau saudaranya.

Melansir Healthline, masing-masing orangtua bisa mempertimbangkan tahap tumbuh kembang buah hati.

Beberapa anak yang sudah sekolah, ada yang merasa tidak nyaman saat ganti baju di depan saudara atau orang lain.

Ada juga anak-anak yang baru membutuhkan privasi sesaat sebelum anak mencapai fase pubertas atau mengalami mimpi basah.

Namun, saat anak sudah mencapai fase pubertas, anak sudah susah diajak kompromi soal ruang dan privasi.

Kebutuhan privasi bagi anak yang sudah puber adalah mutlak atau susah ditawar lagi.

Baca juga: Awas, Anak Doyan Begadang Rentan Obesitas

Kepribadian anak

Penulis buku Peaceful Parent, Happy Siblings: How to Stop the Fighting and Raise Friends for Life, Laura Markham, menyebut orangtua perlu mempertimbangkan faktor kepribadian anak sebelum memutuskan anak tidur terpisah.

Melansir Today's Parent, setiap anak punya kepribadian yang unik dan memengaruhi preferensi mereka.

Beberapa anak secara alami punya kepribadian sangat peduli pada adik atau kakaknya.

Ada juga tipe anak introvert yang cenderung butuh ruang sendiri. Anak tipe ini bisa stres kalau dipaksa terus berinteraksi dengan saudara atau orang sekitarnya.

Sebelum orangtua memutusakan anaknya tidur terpisah, ada baiknya orangtua menyiapkan mental anak-anaknya.

Hal yang tak kalah penting, ajak anak berbicara karena perubahan ini menyangkut diri mereka.

Baca juga: Bagaimana Cara Tepat Membincangkan Vape dengan Anak?

Bagaimana jika ruangan di rumah terbatas?

Salah satu problem saat orangtua ingin memisah tempat tidur anak adalah keterbatasan lahan.

Lantas, bagaimana jika anak sudah beranjak besar dan mulai butuh privasi tapi tempat tinggal tidak memungkinkan?

Dr. Boyke Dian Nugraha dan dr. Sonia Wibisono lewat bukunya Adik Bayi Datang dari Mana (2016) memberikan solusi alternatif.

Bila keadaan tidak memungkinkan bagi orangtua untuk menyediakan kamar sendiri bagi anak-anaknya, berikan tempat tidur terpisah bagi buah hati.

Jika tempat tidur terpisah juga masih ada kendala lahan, Anda bisa memilih opsi tempat tidur tingkat.

Baca juga: Awas, Pertengkaran Orangtua Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Sementara Laura Markham mengatakan, saat kondisinya tidak memungkinkan untuk menyediakan kamar terpisah, orangtua bisa membuat "ruang" alternatif di rumah.

Caranya, bisa dengan menyekat kamar atau ruangan lain di rumah dengan rak atau perabot berukuran besar.

Selain itu, sediakan tempat penyimpanan khusus bagi setiap anak untuk menyimpan barang-barang mereka sendiri.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.