Kompas.com - 26/02/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi bayi ShutterstockIlustrasi bayi

KOMPAS.com - Melihat seorang bayi kecil memang kerap membuat kita gemas dan ingin menciumnya.

Meski kita melakukannya murni karena rasa sayang, tindakan kita ternyata bisa membahayakan sang bayi.

Melansir laman First Story Parenting, mencium bayi - terutama di bibir atau area yang dekat dengan mulut sang bayi - dapat menyebarkan berbagai kuman, bakteri atau virus.

Baca juga: 5 Cara Menidurkan Bayi yang Susah Tidur

Kasus meningitis akibat ciuman pada bayi

Beberapa waktu lama, pasangan dari Iowa yang baru saja dikaruniasi seorang buah hati terpaksa harus kehilangan kebahagiaan tersebut.

Bayi yang baru berusia 18 hari itu meningga karena infeksi virus herpes jenis HSV-1 yang membuat makhluk kecil bernama Mariana Sifrit itu mengalami mengingitis. Virus tersebut ditularkan lewat ciuman seseorang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir laman Healthline, Karin Nielseon, profesor klinis pediatri dari David Geffen School of Medicine , UCLA, mengatakan bahwa bayi memang rentan terinfeksi HSV-1 yang dapat menyebabkan herpes simpleks.

"Virus tersebut membuat orang yang terinfeksi mengalami herpes di sekitar bibir. Biasanya, virus ditularkan lewat ciuman seseorang," ucap Nielsen.

Dean Blumberg, spesialis penyakit menular anak-anak dari University of California Davis Children’s Hospital, menghimbau kepada orangtua agar benar-benar menjaga sang buah hati yang belum genap berumur satu tahun.

Hal ini wajib dilakukan karena anak-anak sangat rentan terhadap infeksi pada bulan pertama kehidupannya.

"Sistem kekebalan tubuh anak akan menjadi lebih kuat dan yang seiring bertambahnya usia," ucap Blumberg.

Meningitis hanyalah salah satu penyakit berbahaya yang berakibat fatal bagi bayi yang baru lahir.

Menurut Nielsen, anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi berisiko mengalami berbagai penyakit berbahaya. Melansir Hello Sehat, berikut penyakit berbahaya yang bisa ditularkan oleh orang dewasa:

1. Flu

Penyakit ini ditandai dengan hidung berair, batuk, hingga demam. Flu yang terjadi pada anak berusia di bawah enam bulan harus segera mendapatkan penanganan karena refleks bayi untuk bernapas dan mengunyah masih belum sempurna.

2. Respiratory Syncytial Virus

Penyakit ini memilki gejala mirip seperti flu. Jika dibiarkan pada bayi baru lahir, maka dapat menginfeksi paru-paru dan menyebabkan bronkiolitis bahkan pneumonia.

3. Masalah pencernaan

jika bayi Anda mengalami diare dan muntah-muntah, kemungkinan terbesar bayi Anda mengalami flu perut.

Baca juga: Benarkah Mencukur Rambut Bayi Bikin Tumbuh Lebih Lebat?

Pencegahan

Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua untuk menjaga buah hati yang baru saja lahir?

Setiap bagian tubuh manusia dihuni oleh bakteri dan virus. Meski tidak berbahaya bagi orang dewasa, virus dan bakteri tersebut sangat mengancam bayi yang baru lahir karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih lemah.

Oleh karena itu, orangtua sebaiknya melakukan tindakan pencegahan sebelum memeluk atau mencium bayi mereka, dan mendesak orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Berikut tindakan pencegahan yang harus dilakukan orangtua demi kesehatan sang bayi:

  • Secara teratur menjaga kebersihan pribadi dan mulut.
  • Jaga kebersihan mulut bayi karena ia akan banyak mengeluarkan air liur.
  • Jangan lupa mencuci tangan sebelum Anda menyentuh bayi.
  • Mandikan bayi secara teratur.
  • Gunakan tisu bayi untuk membersihkan mulut dan wajah bayi agar tetap segar.
  • Edukasi teman, keluarga, dan kerabat tentang tindakan pencegahan ini.
  • Tempatkan perlengkapan bayi dan produk-produk kebersihan terpisah dari barang-barang orang lain di rumah.
  • Banyak tempat tak terduga dan benda-benda di rumah yang penuh dengan kuman. Oleh karena itu, hindari kontak langsung dnegan bayi setelah menyentuh remote TV, handuk, ponsel, dan tas.
  • Orang yang mengalami infeksi apa pun atau berpotensi terkena infeksi harus menjauhi bayi.
  • Orang yang memiliki masalah pernapasan seperti pilek, influenza atau batuk kronis yang tidak terdiagnosis, cacar air atau penyakit usus, tidak boleh mencium bayi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.