Kompas.com - 09/03/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

Bahaya suara serak

Menurut buku Menjadi Dokter Pertama: Panduan Mandiri Melacak Penyakit + Menanganinya Sejak Dini (2015) karya dr. Nurfanida Librianty, dijelaskan bahwa laringitis kronik bisa terjadi karena paparan asap rokok yang dapat memicu adanya kanker laring.

Di daerah endemik Tuberkulosis (TB) seperti di Indonesia, laringitis mungkin juga disebabkan oleh serangan kuman TB.

Baca juga: Hati-hati Orangtua, Marah pada Anak Sebabkan 11 Dampak Fatal

Dengan begitu, penting kiranya bagi siapa saja untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis telinga, hidung, tenggorkan (THT) untuk memastikan penyebab dan cara mengobati laringitis.

Jika terbukti karena TB, penderita laringitis kemungkinan akan dikonsultasikan juga ke dokter spesialis paru atau dokter spesialis bedah.

Cara mengurangi suara serak secara mandiri

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mengatasi masalah laringitis atau suara serak dan hilang.

Berikut 3 solusi utamanya:

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Suara Serak: Gejala, Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasi
Kenali berbagai kemungkinan penyebab, bahaya, dan cara mengatasi masalah suara serak berikut ini.
Bagikan artikel ini melalui
  1. Istirahatkan suara dengan tidak berbicara
  2. Tidak merokok dan menghindari lingkungan yang terpapar asap rokok
  3. Minum banyak air

Para penderita mulanya dipersilakan melakukan hal-hal tersebut selama 2 minggu.

Jika gejala laringitis yang diderita tak kunjung membaik, mereka akan diminta untuk lekas berkunsultasi dengan dokter, apalagi jika perubahan suara berlangsung lebih dari 2 minggu.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Meski kemungkinannya kecil, bukan tidak mungkin seseorang yang mengalami perubahan suara itu ternyata tengah menderita tumor laring.

Kelompok usia risiko penyakit ini, yakni di atas 40 tahun dan memiliki riwayat merokok.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Osteofit
Osteofit
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.