Kompas.com - 09/03/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Istilah psikopat seringkali dikaitkan dengan pembunuh berdarah dingin yang tega menghabisi nyawa seseorang dengan keji tanpa ada rasa penyesalan.

Psikopat memang biasanya tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mereka juga cenderung tidak memiliki rasa belas kasihan.

Oleh karena itu, banyak di antara mereka yang melakukan tindakan kriminal tanpa penyesalan dan rasa bersalah.

Baca juga: Dampak Negatif Sering Membentak Anak, Orangtua Wajib Tahu

Definisi psikopat

Menurut laman Very Well Family, psikopat merupakan gangguan kesehatan mental di mana penderitanya memiliki karakteristik dan perilaku tidak berperasaan, tidak memiliki kepedulian dan cenderung manipulatif.

Psikopat adalah gangguan mental serius yang mencerminkan adanya defisit dalam keterampilan sosial dan bisa menyebabkan penderitanya melakukan hal berbahaya.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Bisakah Anak-anak Menjadi Psikopat?
Psikopat adalah gangguan mental serius yang mencerminkan adanya defisit dalam keterampilan sosial. Lalu, bisakah anak-anak menjadi psikopat?
Bagikan artikel ini melalui

Meski dalam film seorang psikopat seringkali digambarkan sebagai pembunuh berbahaya, tidak semua psikopat akan menjadi seorang pembunuh.

Lalu, bisakah anak-anak menjadi seorang psikopat?

Profesor ahli jiwa, Stephen Scott dari Institute of Psychiatry, Inggris, mengatakan bahwa istilah psikopat tidak bisa disematkan pada anak-anak.

Seseorang baru bisa dinyatakan menderita psikopat ketika dia sudah berusia dewasa. Akan tetapi, ciri-ciri seseorang yang akan tumbuh menjadi psikopat bisa diketahui sejak masih dalam usia anak-anak.

"Sekitar 5 persen anak-anak memiliki peirlaku antisosial yang parah, dan sekitar seperlima dari mereka tidak bisa memiliki perasaan dan emosi," ucap Scott, dilansir dari Business Insider.

Menurut Scott, seorang anak yang tidak memiliki perasaan dan emosi bisa menjadi tanda awal gejala psikopat.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

Health
Lidah Terasa Asam

Lidah Terasa Asam

Penyakit
Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Health
Punggung Panas

Punggung Panas

Penyakit
Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.