9 Bahaya Tak Minum Air Putih 8 Gelas Sehari

Kompas.com - 12/03/2020, 12:01 WIB
. Thinkstockphotos.

KOMPAS.com - Kebutuhan cairan tubuh setiap orang bisa berbeda-beda.

Hal itu di antaranya sangat tergantung pada:

  • Kebutuhan tubuh
  • Aktivitas fisik
  • Indeks massa tubuh
  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Kondisi kesehatan atau penyakit yang diidap

Namun, Anda mungkin telah sering mendengar anjuran untuk rutin mengonsumsi air putih minimal 8 gelas atau 2 liter per hari.

Baca juga: Kenapa Jadi Sering Kencing setelah Minum Air Putih?

Saran tersebut bisa jadi benar. Pasalnya, tubuh seseorang rata-rata akan mengaluarkan cairan sekitar 2.500 cc atau setara 8-10 gelas per hari.

Cairan itu bisa dikeluarkan melalui urine, napas, keringat, dan proses sisa metabolisme lainnya atau ekskresi.

Cairan yang dikeluarkan itu memang bisa jadi lebih banyak ketimbang saran untuk minum air putih 8 gelas per hari.

Namun yang perlu diingat, cairan pengganti tidak hanya datang dari minuman saja.

Asupan cairan bisa juga berasal dari makanan, seperti sayuran atau buah-buahan.

Bahkan, menurut ahli, seseorang bisa mendapatkan asupan cairan dari makanan sekitar 20 persen.

Oleh sebab itu, banyak ahli kemudian menganjurkan orang-orang untuk menambah 6-8 gelas air putih per hari.

Melansir buku Infused Water Berkhasiat (2014) karya Desty Ervira Puspaningtyas, S.Gz dan Yunita Indah Prasetyaningrum, S.Gz, air sangat dibutuhkan tubuh untuk banyak keperluan, seperti:

  • Proses pencernaan
  • Mengatur suhu tubuh Membilas racun dari organ vital
  • Membawa nutrisi ke sel tubuh
  • Melembabkan kulit
  • Melumasi sendi
  • Menjaga kesehatan organ tubuh lainnya

Bahaya kekurangan cairan

Jika tubuh sampai kekurangan cairan tersebut, tentu pada akhirnya akan memengaruhi kondisi fisik atau kesehatan seseorang.

Baca juga: Perlukah Minum Air Putih 8 Gelas Sehari?

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekurangan konsusmi air akan berdampak buruk pada kesehatan.

Berikut ini bahaya atau kerugian yang mungkin terjadi ketika tubuh sampai kekurangan cairan:

  1. Meningkatkan risiko kejadian penyakit karena dehidrasi berupa sembelit
  2. Meningkatkan risiko kejadian penyakit karena dehidrasi berupa kram
  3. Meningkatkan risiko kejadian penyakit karena dehidrasi berupa batu ginjal
  4. Meningkatkan risiko kejadian penyakit karena dehidrasi berupa infeksi saluran kemih (ISK)
  5. Se-sel tubuh menjadi tak optimal dalam mengedarkan makanan
  6. Se-sel tubuh menjadi tak optimal dalam membuang racun tubuh
  7. Se-sel tubuh menjadi tak optimal dalam melumaskan sendi
  8. Se-sel tubuh menjadi tak optimal dalam menjaga suhu tubuh
  9. Se-sel tubuh menjadi tak optimal dalam menjaga fungsi tubuh lainnya

Melansir Buku Detox Water (2014) karya drg. Deasy Rosalina, M.M.Sc., sudah menjadi pengetahuuan umum bahwa manusia memerlukan asupan air putih setidaknya 8 gelas setiap hari.

Baca juga: Awali Hari dengan Air Putih Hangat, Panen 10 Manfaat Kesehatan Berikut

Namun, pada praktiknya hal itu dirasa amat sulit untuk dilakukan. Padahal, sudah menjadi rahasia umum bahwa minum air putih dapat menambah energi tubuh sekaligus menurunkan berat badan.

Apabila kadar air dalam tubuh sampai berkurang sebanyak 2 persen, seseorang biasanya akan merasakan gejala dehidrasi dan keletihan.

Bahayanya, dehidrasi ini dapat menyebabkan kehausan, penuruan energi, bahkan gangguan mental.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X