Kompas.com - 11/03/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi psikopat ShutterstockIlustrasi psikopat

KOMPAS.com - Istilah psikopat dan sosiopat seringkali membingungkan masyarakat. Keduanya menggambarkan gangguan mental dengan ciri-ciri yang sama.

Penderita psikopat dan sosiopat sama-sama tidak bisa memahami tau berbagi perasaan dengan orang lain. Mereka juga cenderung tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah.

Dua jenis gangguan mental tersebut memang sangat mirip. Bahkan, banyak psikiater, psikolog forensik, kriminolog, dan polisi salah menggunakan istilah sosiopat dan psikopat secara bergantian.

Baca juga: Bisakah Anak-anak Menjadi Psikopat?

Melansir laman Psychology Today, psikopat dan sosiopat dikategorikan sebagai gangguan Gangguan kepribadian antisosial.

Gangguan ini memiliki karakteristik umum yang seringkali membingungkan. Ciri-ciri utama yang dimiliki oleh sosiopat dan psikopat antara lain:

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Punya Banyak Kesamaan, Apa Beda Psikopat dan Sosiopat?
Penderita psikopat dan sosiopat sama-sama tidak bisa memahami tau berbagi perasaan dengan orang lain. Lalu, apa bedanya?
Bagikan artikel ini melalui
  • Mengabaikan hukum dan adat istiadat sosial
  • Mengabaikan hak orang lain
  • Kegagalan untuk merasa menyesal atau bersalah
  • Kecenderungan untuk menampilkan perilaku kekerasan atau agresif.

Namun, psikopat dan sosiopat sebenarnya memiliki perbedaan yang sangat signifikan.

Psikopat

Pada penderita psikopat, mereka yang terdiagnosis psikopat biasanya cenderung agresif dan mudah melakukan kejahatan bahkan tindakan kriminal.

Mereka juga cenderung memandang orang lain sebagai objek untuk hiburan mereka. Meskipun mereka tidak memiliki empati, para psikopat seringkali memiliki kepribadian yang menarik atau bahkan memesona.

Para psikopat juga memiliki sifat manipulatif dan dapat dengan mudah mendapatkan kepercayaan orang lain.

Mereka bisa dengan mudah memanipulasi emosi, meskipun tidak mampu merasakannya dan bisa terlihat normal bagi orang yang tidak menaruh curiga.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.