Kompas.com - 17/03/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi insomnia amenic181Ilustrasi insomnia

KOMPAS.com – Kerusakan sel dalam tubuh bisa terjadi bukan hanya saat badan sedang sakit atau terluka.

Berbagai aktivitas atau kegiatan fisik yang mengeluarkan energi diketahui dapat pula membuat sel-sel tubuh rusak.

Selain itu, kerusakan sel bisa juga terjadi saat pikiran sedang kacau atau stres.

Jika terjadi hal demikian, tubuh sebenarnya bisa secara otomatis memperbaiki sel-sel yang rusak. Hal itu dapat terjadi ketika tidur.

Baca juga: Bangun Tidur Kok Kepala Malah Jadi Pusing?

Melambatnya kerja tubuh saat tidur diketahui dapat memberi kesempatan kepada sel-sel penyembuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.

Para peneliti telah lama mengakui pentingnya tidur untuk perbaiki sel-sel tubuh yang rusak itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proses perbaikan ini didorong oleh Growth Hormone (GH). Hormon pertumbuhan ini dihasilkan pada tahap tidur.

Sementara, hormon yang merangsang pengeluaran hormon pertumbuhan adalah Growth Hormone-Releasing Hormone (GHRH).

Tidur berkaitan erat dengan imunitas

Melansir buku Ayo Bangun dengan Bugar karena Tidur yang Benar (2009) karya Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, tidur juga berkaita erat dengan daya tahan tubuh atau imunitas.

Cara yang paling mudah untuk memahami hal itu, yakni dengan memperhatikan diri atau orang lain saat terserang flu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X