Kompas.com - 20/03/2020, 10:00 WIB
Ilustrasi seseorang melakukan kerja dari rumah atau work from home (WHF). SHUTTERSTOCK/LIGHTFIELD STUDIOSIlustrasi seseorang melakukan kerja dari rumah atau work from home (WHF).

KOMPAS.com - Gerakan social distancing atau jaga jarak untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona tengah digaungkan.

Untuk menekan penularan wabah Covid-19, orang disarankan untuk bekerja dari rumah, belajar di rumah, dan sebisa mungkin tinggal di rumah.

Bagi sebagian orang, beraktivitas di rumah saja rentan bikin malas bergerak (mager).

Baca juga: Masker, Cuci Tangan, dan Hand Sanitizer, Mana Paling Ampuh Cegah Corona?

Heart Foundation mendefinisikan "perilaku tak aktif bergerak" bagi orang yang doyan rebahan atau mager duduk berjam-jam tanpa jeda.

Perilaku tak aktif bergerak atau kebiasaan mager bisa berdampak negatif bagi kesehatan.

Melansir Huffington Post, Profesor Jeremy Morris asal London, pada 1950, membandingkan aktivitas fisik dan dampak kesehatan antara kondektur serta sopir bus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebiasaan berdiri kondektur bus disebut menurunkan risiko penyakit jantung koroner, ketimbang sopir bus yang pekerjaannya lebih banyak duduk.

Selain penyakit jantung koroner, kurangnya aktivitas fisik sehari-hari juga dapat meningkatkan risiko terkena obesitas, diabetes tipe 2, sampai kanker.

Penyakit tersebut tidak pandang bulu. Risikonya bisa menjangkau anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

Baca juga: Perlukah Sabun Khusus Antibakteri untuk Cuci Tangan Cegah Penyakit?

Meskipun seseorang sudah berolahraga, para ahli kesehatan tetap menyarankan kita untuk meminimalkan kebiasaan mager, doyan duduk, dan rebahan.

Agar tinggal di rumah saja selama social distancing tak berdampak buruk bagi kesehatan, ada baiknya ada menyelipkan kebiasaan aktif bergerak dalam rutinitas.

Berikut ini beberapa cara sederhana untuk mencegah mager di rumah agar tubuh tetap sehat:

1. Jeda setiap 30 menit

Selipkan aktivitas sederhana ketika Anda duduk, rebahan, atau mager setiap 30 menit sekali.

Waktu tersebut bisa digunakan untuk mengambil minuman, bikin kopi, pipis, atau melakukan kegiatan lain.

Agar tak lupa waktu, Anda bisa mengatur alarm atau jam setiap 30 menit sekali.

Bisa juga dengan mengatur playlist atau daftar lagu 30 menit sekali. Dengan begitu, Anda tidak kebablasan duduk atau rebahan dalam waktu yang lama.

Baca juga: Panduan Social Distancing untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

2. Tetap bergerak

Jika memungkinkan, coba kerjakan pekerjaan yang menjadi kewajiban sambil mencicil pekerjaan rumah tangga.

Misalkan, Anda bisa menyambi mencuci pakaian kotor di mesin cuci, menyiapkan makanan, atau menyapu lantai.

Usahakan tubuh tetap aktif bergerak walaupun hanya berkutat di dalam rumah.

3. Cuci kendaraan sendiri

Jika sebelumnya Anda termasuk pelanggan tempat cuci kendaraan, coba bangun kebiasaan untuk mencuci kendaraan sendiri.

Dengan meluangkan waktu untuk mencuci kendaraan sendiri, Anda bisa aktif bergerak sekaligus membakar kalori.

Baca juga: Mager Bisa Tetap Olahraga, Ikuti Gerakan Mudah Berikut

4. Jauhkan telepon genggam dari jangkauan

Kebiasaan mager juga bisa ditunjang tata letak barang-barang yang sering diakses seperti telepon genggam.

Saat Anda sedikit menjauhkan telepon genggam atau gawai dari jangkauan, praktis Anda punya dorongan untuk lebih aktif bergerak.

Misalkan, taruh telepon genggam di sudut yang lebih jauh dari biasanya. Setelah digunakan, taruh atau kembalikan di posisi semula.
Dengan demikian, tanpa sadar Anda sudah jauh lebih banyak menggerakkan tubuh ketimbang biasanya.

Baca juga: Bersih-bersih Rumah Bisa Bakar Lebih Banyak Kalori, Begini Caranya

5. Sempatkan beres-beres

Sebelum atau sesudah beraktivitas merampungkan tanggung jawab di rumah, jangan lupa untuk beres-beres tempat tinggal.

Aktivitas beres-beres kamar atau tempat tinggal juga bisa membakar kalori.

Untuk menambah semangat, coba cari video inspiratif menata rumah sebagai motivasi dari YouTube atau Instagram.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Presbiopia
Presbiopia
PENYAKIT
Abses Hati
Abses Hati
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.