Kompas.com - 17/04/2020, 14:00 WIB
Ilustrasi batuk Ilustrasi batuk

KOMPAS.com - Batuk terus-menerus tentu menganggu aktivitas harian kita, terutama ketika batuk yang kita alami bertahan hingga berminggu-minggu.

Selain itu, jenis batuk yang kita miliki juga seringkali menjadi tanda tentang masalah kesehatan yang sedang terjadi.

Ahli paru-paru Rachel Taliercio mengatakan, infeksi saluran pernapasan atas bisa menyebabkan batuk akut.

Untuk mengetahui secara spesifik masalah kesehatan apa yang sedang terjadi, kita harus memahami pola batuk yang kita alami.

Hal ini juga bisa membantu kita untuk menentukan pilihan pengobatan terbaik, terutama saat batuk yang dialami tak kunjung sembuh.

Baca juga: Dampak Negatif Konsumsi Alkohol untuk Atasi Stres

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Batuk akut

Batuk akut biasanya muncul ketika kita sedang pilek, flu atau infeksi ringan. Jenis batuk ini biasanya berlangsung hingga delapan minggu dan bisa diatasi dengan obat-obatan.

Jika kita telah mengonsumsi obat dan batuk terjadi lebih dari dua minggu, maka kita harus berkonsultasi dengan dokter.

Taliercio juga berkata, batuk rejan dan pneumonia bisa menyebabkan batuk akut. Pada penderita batuk rejan, suara batuk yang dikelaurkan biasanya sangat kuat dan bisa menyebabkan penderitanya mengalami muntah.

Batuk semacam ini bisa kita atasi dengan mengonsumsi antibiotik. Sementara itu, pneumonia biasanya disebabkan karena paru-paru terisi penuh dengan cairan.

Batuk karena pneumonia biasanya disertau dnegan munculnya lendir dan juga bisa diatasi dengan antibiotik.

Batuk kronis

Batuk kronis merupakan jenis batuk yang terjadi lebih dari delapan minggu dan disebabkan oleh berbagai penyakit.

Pengobatan untuk batuk kronis disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Batuk semacam ini, bisa disebabkan oleh penyakit berikut:

- Penyakit paru obstruktif kronik

Kondisi ini menyebabkan peradangan paru-paru yang menyempit saluran udara dan membuat kita sulit bernafas.

Biasanya, hal ini disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap pemicu iritasi paru-paru, seperti asap rokok.

Batuk kronis karena penyakit ini biasanya disertai dengan lendir, terutama di pagi hari.

Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan bronkodilator, steroid inhalasi, terapi oksigen, dan menjauhi gaya hidup merokok.

Baca juga: Pneumotoraks: Gejala dan Penyebab

- Penyakit refluks gastroesofagus (GERD)

GERD terjadi ketika asam lambung mengiritasi kerongkongan. Penyakit ini adalah penyebab paling umum kedua dari batuk kronis.

Batuk karena GERD biasanya tidak disertai dengan pengeluaran lendir atau batuk kering dan sering terjadi ketika kita berbaring.

Untuk mengatasinya, kita bisa mengonsumsi berbagai obat untuk mengurangi produksi asam.

- Post-nasal drip

Post nasal drip merupakan akumulasi lendir di bagian belakang tenggorokan sehingga menyebabkan batuk.

Kondisi ini biasanya terjadi karena alergi, pilek atau infeksi sinus. Batuk karena post nasal drip bisa berupa batuk kering atau basah, dan semakin memburuk di malam hari.

Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan antihistamin menggunakan uang air garam.

Jika batuk berlangsung lebih dari seminggu, kita harus berkonsultasi dengan dokter.

- Asma

Asma menyebabkan peradangan saluran napas, pembengkakan dan peningkatan produksi lendir yang membuat pernapasan menjadi lebih sulit.

Batuk karena asma bisa berupa batuk kering atau berlendir, dan seringkali memburuk karena udara dingin atau saat berolahraga.

Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan bronkodilator inhalasi (seperti albuterol) atau kortikosteroid (seperti flutikason).

Batuk juga bisa terjadi karena efek obat-obatan tertentu. Batuk jenis ini biasanya terjadi ketika kita mengonsumsi obat baru.

Biasanya, batuk karena efek obat tidak mengeluarkan lendir. Untuk mengatasinya, konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan obat alternatif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sinusitis
Sinusitis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.