Kompas.com - 06/05/2020, 08:04 WIB
Ilustrasi serangan jantung ShutterstockIlustrasi serangan jantung

KOMPAS.com - Penyakit jantung bisa "diam-diam" menyerang tanpa disadari penderitanya.

Serangan jantung yang tidak disadari pengidapnya ini dalam dunia medis dikenal sebagai silent myocardial infarction (infark miokard diam-diam).

Karena reputasinya yang bisa merenggut nyawa tanpa gejala khas, serangan jantung mendapat predikat sebagai "silent killer".

Baca juga: Beda Serangan Jantung dan Henti Jantung

Gejala serangan jantung "diam-diam"

Melansir Harvard Health Publishing, sebanyak 45 persen yang dialami pasien termasuk serangan jantung "diam-diam".

Jenis serangan jantung ini juga lebih banyak menyerang
pria ketimbang wanita.

Gejala serangan jantung ini dikatakan "diam-diam" karena penderita tidak merasakan gejala khas serangan jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penderita serangan jantung umumnya merasakan nyeri dada ekstrem, sakit di bagian punggung atas, leher terasa kaku, mual, mulas, pusing, berkeringat, dan sesak napas.

"Gejala serangan jantung 'diam-diam' ini bisa sangat ringan, singkat, tidak muncul secara teratur. Sehingga kerap diabaikan," jelas Dr. Jorge Plutzky, ahli penyakit pembuluh darah dari Brigham and Women's Hospital AS.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Dokter Plutzky menjabarkan beberapa gejala serangan jantung "diam-diam", di antaranya:

  • Merasa kelelahan dan tidak enak badan
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri dada ringan
  • Rasa tidak nyaman di lengan, punggung, leher, rahang, atau perut
  • Napas pendek sebelum atau selama dada tidak nyaman
  • Berkeringat dingin
  • Mual
  • Pusing

Baca juga: Henti Jantung Bisa Lebih Berbahaya dari Serangan Jantung

Penderita serangan jantung "diam-diam" tidak selalu merasakan nyeri di dada sebelah kiri, bisa di bagian tengah dada.

Terkadang, rasa nyerinya juga tidak tajam atau kuat seperti serangan jantung biasa.

Nyerinya juga bisa berlangsung beberapa menit, lalu hilang kembali. Rasa sakitnya bisa seperti ada tekanan tidak nyaman, seperti diremas, atau sakit biasa.

"Serangan jantung jenis ini kerap meninggalkan jaringan parut dan kerusakan pada jantung. Apabila diabaikan, [enderita bisa mengalami serangan jantung susulan dan berpotensi fatal," kata Dokter Plutzky.

Penderita serangan jantung yang tidak segera mendapatkan perawatan medis, risiko meninggal dunianya tiga kali lebih besar akibat penyakit jantung koroner.

Baca juga: 7 Beda Penyakit Jantung pada Wanita dan Pria

Siapa berisiko mengalami serangan jantung?

Ilustrasi serangan jantungShutterstock Ilustrasi serangan jantung
Serangan jantung baik yang "diam-diam" maupun yang klasik memiliki faktor risiko yang sama.

Melansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, beberapa faktor risiko serangan jantung di antaranya:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar kolesterol jahat (LDL) tinggi
  • Merokok

Selain kondisi medis, pilihan gaya hidup tidak sehat juga bisa jadi penyebab serangan jantung, antara lain:

  • Diabetes
  • Kegemukan atau obesitas
  • Diet tak sehat
  • Kurang bergerak atau malas bergerak
  • Penggunaan alkohol berlebihan.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Detak Jantung Cepat

Cara mendeteksi potensi serangan jantung "diam-diam"

Para pengidap penyakit jantung bisa jadi tidak menyadari punya potensi mengalami serangan jantung "diam-diam" dalam jangka hitungan minggu sampai bulan.

Namun serangan jantung "diam-diam" ini bisa terdeteksi dari pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) atau ekokardiogram (ECG).

Kedua pemeriksaan ini dapat menyoroti kerusakan otot jantung.

Metode pemeriksaan lain adalah lewat tes darah, untuk mendeteksi jejak ada tidaknya sel-sel jantung yang terluka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Lemah Jantung
Lemah Jantung
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.