Kompas.com - 21/05/2020, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Ikan teri bukan lagi makanan asing bagi rakyat Indonesia. Ikan dengan harga yang relatif murah ini bisa dikreasikan dalam berbagai menu yang mengugah selera.

Selain itu, ikan teri juga memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Ikan teri merupakan sumber nutrisi, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan.

Dalam setiap 20 gram ikan teri terdapat kandungan nutrisi berikut:

  • natrium = 74 miligram
  • vitamin B3 = 3,981 miligram
  • selenium = 13,6 miligram
  • zat besi = 0,93 miligram
  • protein = 5,78 gram
  • tembaga = 0,068 miligram
  • bitamin B 12 = 50 miligram
  • fosfor = 50 miligram
  • vitamin B2 = 0,073 miligram

Baca juga: Sering Dianggap Berbahaya, Santan Juga Punya Manfaat untuk Kesehatan

Selain itu, setiap 20 gram ikan teri juga mengandung banyak asam amino seperti berikut:

  • trytophan = 0,065 gram
  • threonine = 0,253 gram
  • isoleusin = 0,266 gram
  • leusin = 0,47 gram
  • lysine = 0,531 gram
  • methionone = 0,171 gram
  • cystine = 0,062 gram
  • phenylalanine = 0,226 gram.

Manfaat ikan teri

Tingginya nutrisi dalam ikan teri membuat ikan dengan cita rasa asin ini memiliki manfaat berikut:

1. Meningkatkan kesehatan jantung

Ikan teri mengandung lemak tak jenuh ganda yang membantu mengurangi kolesterol "jahat" (kolesterol LDL) yang menumpuk di arteri.

Selain itu, asam lemak omega-3 dalam ikan teri juga bisa menghilangkan kelestrol jahat dan mencegahnya menempel di dinding arteri.

Penumpukan kolesterol jahat ini bisa memicu risiko arterosklerosis, serangan jantung, dan stroke. Dengan mengonsumsi ikan teri, kita bisa terhindar dari risiko-risiko tersebut.

2. Memperbaiki jaringan dan sel

Ikan teri mengandung banyak protein yang bermanfaat bagi fungsi dan efisiensi metabolisme sel serta perbaikan dan pertumbuhan kembali jaringan ikat.

Dengan mengonsumsi ikan teri, kemampuan tubuh untuk memperbaikan jaringan dan sel akan meningkat.

Baca juga: Sering Dianggap Tak Sehat, Nasi Putih Juga Punya Manfaat Kesehatan

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.