Bukan Sekadar Pengisi Waktu, Memasak Juga Baik untuk Kesehatan Mental

Kompas.com - 21/05/2020, 04:00 WIB
Ilustrasi memasak Ilustrasi memasak

KOMPAS.com - Memasak atau membuat kue bisa menjadi salah satu kegiatan untuk mengisi waktu di tengah pandemi.

Bukan sekedar kegiatan pengisi waktu,  memasak ternyata memiliki manfaat psikologis.

Melansir Huffington Post, profesor ilmu psikologi dan otak dari Boston University Donna Pincus mengatakan memasak bisa menjadi penghilang stres dan sarana untuk mengekspresikan diri.

Tentunya, hal ini baik untuk kesehatan mental kita. Stres bisa berakibat fatal bagi fisik dan mental kita. Itu sebabnya, kita harus menemukan cara untuk mengatasi stres.

Selain itu, memasak juga bisa menjadi cara untuk mengomunikasikan perasaan kita ke orang lain.

Baca juga: Sering Dianggap Tak Sehat, Nasi Putih Juga Punya Manfaat Kesehatan

"Memasak bisa menjadi cara untuk mengungkapkan rasa terimakasih, penghargaan, atau simpati ke orang lain," ucapnya.

Psikolog klinis Julie Ohana juga mengatakan, memasak bisa menjadi cara untuk meredakan gejala depresi.

Hal ini telah dibuktikan lewat riset yang meneliti sekelompok pasien yang mengalami depresi karena kehilangan orang yang dicintai.

Seperti yang kita tahu, kehilangan orang tersayang tentu akan menimbulkan kesedihan mendalam. Bahkan, banyak orang yang mengalami depresi karena peristiwa tersebut.

Dalam riset tersebut, peneliti menerapkan kombinasi terapi CBT dan memasak untuk para peserta.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X