Kompas.com - 28/05/2020, 20:08 WIB
ilustrasi mencukur bulu kemaluan shutterstock/Niran Phonruangilustrasi mencukur bulu kemaluan

KOMPAS.com - Bulu kemaluan berfungsi untuk melindungi kulit sensitif dan area sekitar alat kelamin.

Melansir Healthline, manfaat bulu kemaluan berguna untuk menunjang kebersihan vagina dan penis.

Rambut yang dianggap berantakan ini bisa menjebak kotoran dan bakteri masuk ke lubang vagina atau penis.

Baca juga: Jerawat di Kemaluan Wanita: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Banyak orang merasa lebih bersih dan risih sehingga memilih mencukur bulu kemaluan.

Padahal, bulu kemaluan dirancang dengan berbagai manfaat kesehatan. Bulu kemaluan bisa melindungi area privat dari infeksi saat ada gesekan.

Bulu kemaluan juga dapat membantu menghilangkan keringat dari tubuh untuk membantu proses penguapan jadi lebih cepat.

Karena membantu proses penguapan, bulu kemaluan dapat mendinginkan area miss v dan penis serta membantu mencegah keringat bercucuran saat kita berolahraga.

Dengan fungsinya tersebut, perlukah kita mencukur bulu kemaluan?

Baca juga: Jerawat di Kemaluan Pria, Apakah Bahaya?

Mencukur bulu kemaluan dari segi kesehatan

Melansir Health, terdapat sejumlah riset mengenai mencukur bulu kemaluan dari segi kesehatan.

Studi yang melibatkan 7.500 pria dan wanita menunjukkan, semakin banyak bulu di kemaluan semakin baik.

Ahli meneliti kebiasaan mereka merawat bulu kemaluan dengan mencukur, waxing, laser hair removal, dll.

Hasilnya, para pakar menemukan orang yang terbiasa melakukan perawatan bulu kemaluan cenderung berisiko mengalami infeksi menular seksual.

Baca juga: Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Baik dan Sehat

Profesor obgyn klinis dari Yale School of Medicine, Mary Jane Minkin, MD menyampaikan, hingga kini belum ada riset penunjang mencukur bulu kemaluan atau merawat bulu kemaluan lebih sehat ketimbang membiarkannya.

"Tidak banyak studi mengenai ini. Tapi simpulan sementara, bulu kemaluan berguna untuk melindungi alat kelamin Anda," jelas Dokter Minkin.

Namun, membiarkan bulu kemaluan tumbuh tebal dan liar tanpa menjaga kebersihan juga rentan terkena kutu atau jerawat.

Tapi, jumlah kasus kutu kemaluan belakangan sangat menurun.

Untuk melindungi bulu kemaluan tanpa khawatir terkena penyakit, Anda lebih disarankan untuk mencukur ketimbang, waxing, atau laser hair removal.

Baca juga: Infeksi Jamur pada Vagina: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

Pertimbangan mencukur bulu kemaluan, waxing, atau laser

Ilustrasi mencukur bulu kemaluan Ilustrasi mencukur bulu kemaluan
Pilihan untuk mencukur bulu kemaluan, perawatan waxing, atau laser hair removal sepenuhnya berada di tangan Anda.

Namun, ada baiknya Anda mempertimbangkan masak-masak sebelum mengambil keputusan untuk area intim tersebut. Berikut pertimbangannya:

  • Membiarkan bulu kemaluan tumbuh

Jika Anda memilih bulu kemaluan tumbuh secara natural, Anda tidak perlu melakukan perawatan apa pun.

Cukup bersihkan bulu kemaluan saat mandi dan jaga area tersebut tetap kering setelahnya.

Jangan khawatir, Anda tidak akan melihat bulu kemaluan tumbuh gondrong menjuntai seperti rambut.

  • Mencukur bulu kemaluan

Jika ingin merapikannya, cukup untuk mencukur bulu kemaluan menggunakan gunting atau gunting rambut khusus.

Sebelum menggunakan gunting, pastikan alat untuk memotong bulu kemaluan miss v atau sekitar penis tetap bersih.

Kadang kala, orang yang mencukur bulu kemaluan kerap tanpa sengaja menggores kulit sehingga timbul luka.

Luka kecil ini bisa menyebabkan bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh.

Agar lebih aman, gunakan gel cukur atau pelumas khusus untuk mencegah iritasi kulit.

Hal tak kalah penting, jangan berbagi gunti atau produk pelembab untuk mencukur bulu kelamin.

Baca juga: Teh Basi Bisa Menghaluskan Kulit sampai Memperbesar Penis, Benarkah?

Perawatan waxing dan threading adalah mencabut bulu kemaluan sampai ke akar.

Apabila dilakukan tidak steril, folikel rambut di sekitar area kemaluan bisa terinfeksi dan menimbulkan folikulitis, bisul, jerawat, kista, dan abses.

Jika Anda ingin melakukan waxing dan threading, pastikan tempat perawatan Anda mendapatkan pengawasan dari dokter dan menerapkan protokol kesehatan yang tepat.

Selain itu, perhatikan kebersihan saat proses waxing dan threading. Pastikan petugas memakai sarung tangan dan tidak menggunakan lilin berulang.

  • Obat-obatan kimia

Obat kimia tertentu dapat menghilangkan bulu kemaluan dari kulit Anda.

Meskipun relatif nyaman, namun obat kimia ini tak jarang menimbulkan reaksi alergi dan iritasi.

Banyak orang sensitif dengan obat-obatan kimia ini jadi alergi dan iritasi.

Sebelum menggunakan obat-obatan tertentu, baiknya Anda konsultasi lebih dulu dengan ahli dermatologi.

Selain itu, pastikan untuk melakukan tes di kulit sebelum mencoba area yang lebih besar. Hindari obat di dekat lubang vagina dan penis.

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Membandel Menurut Ahli Dermatologi

Laser hair removal memungkinkan penghilangan bulu kemaluan untuk jangka panjang. Targetnya adalah folikel rambut di bawah permukaan kulit.

Jika Anda ingin melakukan laser hair removal, pastikan Anda hanya mempercayakan perawatannya ke profesional medis.

Hindari sembarangan memilih perawatan laser hair removal karena rentan menimbulkan risiko kesehatan.

Sebelum memilih untuk mencukur bulu kemaluan, pertimbangkan dengan sungguh-sungguh risikonya bagi kesehatan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X