Kompas.com - 12/06/2020, 10:00 WIB

Peserta yang sering berpikir negatif juga memiliki simpanan protein berbahaya di otak mereka.

Sementara itu, peserta yang mengalami penurunan kognitif juga lebih mudah mengalami gejala depresi dan kecemasan.

Peneliti juga menilai gejala depresi dan kecemasan turut menjadi faktor yang memicu risiko demensia.

"Pola pikir negatif juga bisa memicu depresi dan kegelisahan yang menjadi penyebab banyak orang mengalami demensia," ucap Marchant.

Itu sebabnya, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi pikiran negatif yang datang.

Mengatasi pikiran negatif

Menurut psikolog Shannon Kolakowski, manusia cenderung menghindari dan takut pada pikiran negatif.

Padahal, hal itu akan membuat pikiran negatif semakin berkembang dalam otak kita.

"Menghindari pikiran negatif akan membuatnya justru semakin kuat, seolah-olah kita lari dari kebenaran yang menakutkan," ucapnya.

Menurut Kolakowski, cara terbaik untuk melemahkan pikiran negatif adalah menerimanya dan menyadari bahwa pikiran tersebut akan datang dan pergi.

Baca juga: Antara Telur Kulit Putih dan Coklat, Mana yang Lebih Bergizi?

Untuk menghadapi pikiran negatif, menurut Kolakowski, yang kita perlukan adalah sikap terbuka dan mmengambil pelajaran dari pikiran tersebut.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.