Kompas.com - 13/07/2020, 16:32 WIB
Ilustrasi nyeri. ThinkstockphotosIlustrasi nyeri.

KOMPAS.com – Penyakit rematik adalah peradangan sendi kronis yang disebabkan oleh gangguan autoimun.

Gangguan antoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyusup, seperti virus, bakteri, dan jamur keliru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.

Dalam bahasa medis, rematik disebut sebagai Rheumatoid arthritis (RA).

Selain rematik, ada beberapa gangguan autoimum lain yang bisa terjadi, seperti penyakit lupus, multiple sclerosis, dan termasuk diabetes tipe 1.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Beda Penyakit Rematik dan Asam Urat

Melansir Mayo Clinic, pada rematik, sistem imun gagal membedakan jaringan sendiri dengan benda asing, sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri khususnya jaringan sinovium.

Jaringan sinovium adalah selaput tipis yang mengelilingi atau melapisi sendi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alhasil, gangguan autoimun pada penyakit rematik dapat menyebabkan sendi bengkak, nyeri, meradang, rusak, kehilangan fungsi, dan bisa cacat.

Rematik dapat menyerang hampir semua sendi pada tubuh, tetapi yang paling sering terserang adalah sendi di pergelangan tangan, buku-buku jari, lutut, dan pergelangan kaki.

Sendi lain yang bisa jadi diserang adalah tulang belakang, pinggul, leher, bahu, rahang, dan termasuk sambungan antarulang sangat kecil di telinga bagian dalam.

Berbeda dengan radang sendi osteoarthritis, serangan rematik biasanya simetris, yakni menyerang sendi yang sama di kedua sisi tubuh.

Artinya, jika kaki kanan mengalami nyeri, biaanya akan terjadi juga di kaki kiri, dan sebaliknya.

Sementara, osteoarthritis biasanya terbatas menyerang pada salah satu sendi saja.

Baca juga: Benarkah Mandi Malam Sebabkan Rematik?

Gejala rematik

Melansir Buku Tetap Sehat Setelah Usia 40 (2020) oleh dr. Salma, gejala rematik terjadi bervariasai pada setiap orang. Namun, ada beberapa gejala rematik yang bisa dikenali dan harus diwaspadai.

Berikut ini gejala rematik yang paling umum terjadi:

1. Kekakuan sendi di pagi hari

Kekakuan atau nyeri sendi sebagai gejala rematik biasanya akan berlangsung selama setidaknya satu jam.

Kondisi ini lain dengan kekakuan sebagai gejala osteoarthritis yang biasanya menghilang dalam setengah jam saja.

Selain itu, penyakit rematik juga dapat dikenali dengan munculnya sensasi kesemutan atau terbakar pada sendi.

Baca juga: 4 Tahapan Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

2. Pembengkakan dan nyeri sendi

Sendi yang mengalami pembengkakan dan nyeri sebagai gejala rematik biasanya terasa hangat dan lembek saat disentuh.

Rasa sakit biasanya terjadi pada kedua sendi di sisi kanan dan kiri (simetris), tetapi mungkin tingkat keparahannya berbeda, bergantung sisi mana yang lebih sering digunakan.

3. Nodul atau timbul benjolan

Pada sekitar 20 persen pasien rematik, peradangan pembuluh darah kecil dapat menyebabkan nodul atau benjolan di bawah kulit.

Benjolan pada kasus rematik biasanya berukuran sebesar kacang hijau atau sedikit lebih besar dan sering kali terletak di dekat persendian.

Nodul dapat terbentuk di sepanjang perjalanan penyakit rematik.

4. Penumpukan cairan

Cairan dapat terakumulasi terutama di pergelangan kaki.

Dalam beberapa kasus rematik, kantung sendi belakang lutut mengakumulasi cairan dan membentuk apa yang dikenal sebagai kista baker.

Baca juga: 8 Penyebab Asam Urat Selain Konsumsi Makanan Tinggi Purin

Kista baker terasa seperti tumor dan kadang-kadang memanjang ke bawah, ke bagian belakang betis dan menyebabkan rasa sakit. Namun, kista baker juga dapat berkembang pada orang yang tidak menderita rematik.

5. Gejala seperti flu

Kelelahan, penurunan berat badan, dan demam dapat menjadi gejala awal penyakit rematik.

Beberapa orang merasakan kondisi ini, yakni seperti mengalami gejala pilek atau flu. Bedanya, gejala rematik bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Sejumlah gejala rematik di atas patut diwaspadai.

Meskipun rematik adalah penyakit menahun dan sistematis, gejala serangannya dapat datang dan pergi.

Ada masa-masa ketika sendi menjadi lebih meradang dan menyakitkan yang disebut sebagai flare atau suar.

Baca juga: Ini Penyebab Tangan dan Kaki Kadang Terasa Dingin Saat Demam

Flare ini bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, lalu diikuti dengan remisi atau masa-masa dengan sedikit peradangan.

Jika Anda menemukan gejala rematik, baik kiranya untuk bisa segera berkonsultasi dengan dokter mengenai langkah penanganan yang paling tepat.

Dalam beberapa tahun pertama, rematik sudah bisa menyebabkan kerusakan dan cacat permanen di persendian.

Selain itu, rematik juga bisa menimbulkan komplikasi berbahaya yang dapat memengaruhi fungsi tulang, mata, paru-paru, hingga jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.