Kompas.com - 29/07/2020, 16:31 WIB
Ilustrasi daging kurban, pengemasan daging kurban, bungkus daging kurban ShutterstockIlustrasi daging kurban, pengemasan daging kurban, bungkus daging kurban

KOMPAS.com – Selama ini di Indonesia daging kambing dipercaya dapat menyebabkan darah tinggi (hipertensi) dan kolesterol tinggi.

Karena anggapan ini, banyak orang akhirnya memilih untuk tidak menikmati berbagai olahan daging kambing dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat perayaan iduladha.

Padahal, jika dipahami lebih jauh, daging kambing bisa jadi lebih sehat dibanding daging sapi.

Baca juga: 7 Ciri-ciri Daging Sapi Segar dan Layak Dikonsumsi

Mempertimbangkan kandungan kolesterol 

Melansir Buku Ajar Ilmu Kesehatan: Memahami Gejala, Tanda dan Mitos (2019) oleh Dr. dr. Umar Zein, DTM& ., Sp.PD., KPTI., FINASM dan dr. Emir El Newi Sp.M, daging kambing bisa dikatakan lebih baik daripada daging sapi atau bahkan daging ayam.

Hal itu dkarenakan, kandungan kolesterol daging kambing terhitung lebih rendah dibanding daging sapi maupun daging ayam.

Kandungan kolesterol dalam 100 gram daging kambing tercatat hanya sekitar 57 mg.

Sementara, kadar kolesterol dalam 100 gram daging sapi dan daging ayam masing-masing mencapai 89 mg dan 83 mg.

Mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol lebih tinggi tentu dapat menaikkan pula risiko seseorang mengalami kelebihan kolesterol dalam tubuh.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, tentu dapat meningkatkan risiko terkena penyakit serius.

Tak hanya itu, kandungan lemak pada daging kambing juga terbilang lebih rendah dibanding daging sapi maupun daging ayam.

Nilai total lemak pada 100 gram daging kambing yakni hanya 2,3 gram.

Sedangkan, kandungan lemak pada 100 gram daging sapi bisa mencapai 15 gram dan daging ayam kurang lebih sampai 7,5 gram.

Baca juga: Daging Sapi, Ayam, atau Ikan, Mana yang Paling Rentan Picu Kolesterol Tinggi?

Karena mengandung lemak lebih rendah, kandungan kalori pada daging kambing alhasil juga lebih rendah ketimbang daging sapi.

Setiap 100 gram daging kambing hanya mengandung sekitar 109 kalori.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibanding kandungan kalori pada daging sapi yang mencapai 250 kalori per 100 gram.

Meski demikian, daging kambing tetap merupakan sumber protein hewani yang hampir sama baiknya dengan daging sapi maupun daging ayam.

Total protein hewani yang terkandung dalam 100 gram daging kambing kurang lebih mencapai sekitar 20 gram, sementara daging sapi 25 gram dan daging ayam 30 gram.

Dengan menikmati satu porsi daging kambing (100 gram), sudah bisa mencukupi 50 persen jumlah kebutuhan protein harian orang dewasa.

Baca juga: 17 Makanan yang Mengandung Protein Tinggi

Mempertimbangkan kandungan lemak jenuh

Melansir Live Strong, jika dilihat dari kandungan lemaknya, daging kambing bisa dikatakan lebih sehat ketimbang daging sapi maupun daging ayam.

Pasalnya, kandungan lemak jenuh pada daging kambing lebih rendah ketimbang daging sapi maupun daging ayam.

Daging kambing hanya mengandung 0,79 gram lemak jenuh per sajian. Sementara, daging sapi dan ayam, masing-masing mengandung 3,0 gram dan 1,7 gram lemak jenuh per sajian.

Orang dewasa disarankan untuk mengonsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 20 gram per hari.

Itu artinya, satu porsi daging kambing baru mengandung sekitar 4 persen dari nilai harian lemak jenuh.

Karena mengandung lemak jenuh relatif rendah, daging kambing bisa menjadi alternatif makanan hewani yang menyehatkan jantung daripada daging sapi atau ayam.

Meski daging kambing terbilang lebih sehat, konsumsi bahan makanan daging-dagingan tetap saja perlu dibatasi.

Baca juga: 10 Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Harus Diwaspadai

Sebuah studi penelitian yang dilakukan Harvard Medical School, Boston, AS, mengaitkan konsumsi berlebihan daging merah dengan risiko lebih tinggi terkena hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan kematian dini.

Konsumsi berlebih inilah yang kemungkinan membuat masyarakat Indonesia mengganggap daging kambing menjadi paling tidak sehat.

Pasalnya, aroma daging kambing yang khas bisa terus menggugah selera para penikmatnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.