Kompas.com - 29/08/2020, 13:35 WIB
Ilustrasi nasi putih AmaritaIlustrasi nasi putih

KOMPAS.com - Nasi putih adalah makanan utama yang populer di Indonesia.

Sayangnya, hidangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia ini digadang-gadang bisa memicu obesitas.

Riset yang dilakukan ilmuwan dari Harvard School of Public Health juga membuktikan konsumsi nasi putih terllau sering bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Riset dilakukan dengan meneliti 352.000 orang dari negera China, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat selama 22 tahun.

Dari hasil peneltian, terungkap bahwa mengonsumsi tiga hingga empat porsi nasi putih sehati 1,5 kali lebih tinggi risikonya untuk mengalami diabetes.

Baca juga: Meski Nikmat dan Murah, Ini Alasan Mie Instan Berbahaya Bagi Kesehatan

Mengapa nasi putih bisa meningkatkan diabetes?

Belum jelas apa yang membuat nasi putih bisa memicu diabetes. Namun, para peneliti menduga hal ini disebabkan karena indeks glikemiknya yang tinggi.

Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat tubuh mengubah karbohidrat menjadi gula yang dapat diserap ke dalam aliran darah.

Indeks glikemik dianggap rendha jika berada di bawah 55. Indeks glikemiks tergolong tinggi jika berada d atas 70.

Sedangkan dalam 150 gram nasi putih memiliki indeks glikemis sekitar 72. Makanan dengan indeks glikemiks yang rendah aman dikonsumsi untuk penderita diabetes karena tidak menyebabkan lonjaka gula darah.

Sebaliknya, makanan dengan indeks glikemik yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Itu sebabnya, mengonsumsi nasi putih berpotensi meningkatkan risiko diabetes.

Cara aman mengonsumsi nasi putih

Namun, bukan berarti kita tidak bisa mengonsumsi nasi putih agar terhindar dari risiko diaetes.

Jika Anda pernah didiagnosis menderita diabetes, mengonsumsi nasi putih dalam jumlah sedang terhitung aman bagi kesehatan.

Namun, pastikan kita mengetahui jumlah karbohidrat dan indeks glikemik makanan yang kita konsumsi.

Orang yang telah didiagnosis mengalami diabetes tidak boleh mengonsumsi karbohidrat lebih dari 45 higga 60 gram setiap kali makan.

Baca juga: Merasa Pegal Linu Usai Berolahraga, Begini Baiknya

Makanan yang kita konsumsi sebaiknya mengandung 25 persen protein, 25 persen biji-bijian dan makanan bertepung, dan 50 persen sayuran.

Kita juga bisa mengonsumsi satu posi buah atau susu sebagai pendamping. Hindari pula mengonsumsi nasi putih yang berasa dari varietas beras berbiji pendek karena kandungan glikemiksnya yang tinggi.

Selain itu, hindari memasak nasi dalam waktu yang terlalu lama karena dapat meningkatkan kadar indeks glikemiks nasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Leukoderma
Leukoderma
PENYAKIT
Milia
Milia
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.