Kompas.com - 30/08/2020, 10:35 WIB
Ilustrasi masker kain Bill RoqueIlustrasi masker kain

KOMPAS.com - Memakai masker merupakan salah satu cara untuk meminimalisir risiko infeksi Covid-19.

Pasalnya, penyebaran virus corona terjadi lewat droplet atau tetesan air liur yang kita keluarkan saat bersin, batuk, atau berbicara.

Jika droplet dari orang yang terinfeksi mengenai tubuh kita, maka besar kemunkinan kita untuk tertular.

"Menyentuh masker yang sudah terkontaminasi virus juga membuat kita rentan terinfeksi," ucap pakar pencegahan infeksi di Seattle Cancer Care Alliance, Steve Pergam.

Itu sebabnya, Pergam menyarankan kita untuk rutin membersihkan masker yang digunakan.

Baca juga: Mengapa Nasi Putih Bisa Memicu Diabetes?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk membersihkan masker?

Di awal masa pandemi, masker medis sempat langka sehingga pemerintah menyarankan kita untuk menggunakan masker kain.

Penggunaan masker medis hanya diperuntukan untuk tenaga kesehatan yang harus berinteraksi langsung dengan pasien positif Covid-19.

Riset dari Cambridge University membuktikan masker dari kain katun sintetis memiliki efektivitas sebesar 74 persen.

Sedangkan masker dari kain katun alami memiliki efektivitas sebesar 69 persen.

Masker kain memang kurang efektif untuk mencegah infeksi virus jika dibandingkan dengan masker bedah atau masker N95.

Namun, masker berbahan kain ini adalah hal terbaik daripada kita tidak memakai alat pelindung.

Untuk mendapatkan perlindungan yang efektif, pakar spesialis penyakit menular dari Ohio State University Wexner Medical Center menyarankan kita untuk membersihkan masker tiap kali usai memakainya.

"Sebelum melepas masker, kita harus mencuci tangan terlebih dahulu. Lalu lepaskan masker dengan hati-hati agar tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut," tambahnya.

Jika ingin mencucinya dengan mesin, langsung masukan ke mesin cuci dan segera cuci tangan setelahnya.

Dia juga merekomendasikan kita untuk menggunakan deterjan biasa dan air hangat untuk mencuci kainmasker.

Setelah masker dicuci, jemur masker hingga mengering dengan sendirinya.

"Gunakan cara yang sama untuk melepas masker jika ingin mencucinya tanpa mesin," tambahnya.

Untuk mendesinfeksi atau menghilangkan virus dan bakteri, rendam masker dalam larutan yang mengandung empat sendok teh pemutih dan satu liter air selama lima menit.

Setelah itu direndam, bilas masker dengan air bersih dan biarkan mengering dengan sendirinya.

Baca juga: Kanker Usus: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Masker medis

Menurut pakar pengobatan regeneratif dari Binghamton University, Kaiming Ye, mengatakan masker medis - seperti masker bedah atau N95 - hanya untuk sekali pakai saja.

Namun, bukan berarti kita harus langsung membuangnya usai memakainya.

"Masker medis bisa digunakan kembali jika didesinfeksi dengan benar," tambah Kaiming Ye.

Menurutnya, masker N95 dapat didesinfeksi dengan radiasi kuman UVC atau hidrogen peroksida fase uap.

Sedangkan masker medis yang kotor, sobek, atau basah harus segera dibuang.

Jika masker masih nampak besih dan dalam kondsi baik, kita masih bisa menyimpannya kembali di kantong bersih dan mendesinfeksinya agar bisa dipakai ulang.

"Akan tetapi, gunakan cara ini jika ketersediaan masker medis sangat langka. Bagaimanapun juga, masker medis sebaiknya memang hanya untuk sekali pakai," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.