Kompas.com - 11/09/2020, 12:04 WIB
Ilustrasi gantung diri. SHUTTERSTOCKIlustrasi gantung diri.

KOMPAS.com - Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 800.000 orang meninggal dunia karena bunuh diri setiap tahunnya.

Dengan kata lain, bunuh diri telah menjadi fenomena global yang terjadi di sepanjang kehidupan.

Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi aktif untuk mengurangi angka tersebut.

Baca juga: Mengapa Stres Bisa Sebabkan Berat Badan Turun?

Memahami fenomena bunuh diri

Ada banyak faktor yang membuat seseorang nekat melakukan bunuh diri. Namun, hal paling umum yang memicu keinginan bunuh diri adalah gangguan mental berupa depresi berat.

Depresi membuat penderitanya merasakan sakit emosional yang hebat hingga kehilangan harapan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi tersebut kerap membuat mereka tidak bisa menemukan cara lain untuk menghilangkan rasa sakit yang dialaminya selain kematian.

Selain itu, gangguan mental lain yang bisa memicu keinginan bunuh diri antara lain:

  • gangguan bipolar
  • boderline personality disorder
  • eating disorder atau gangguan makan
  • skizofrenia
  • gangguan stres pascatrauma

Mencegah bunuh diri

Cara terbaik untuk mencegah bunuh diri adalah dengan mengenali tanda-tandanya.

Berikut tanda-tanda seseorang yang memiliki keinginan bunuh diri:

  • menarik diri dari teman atau keluarga
  • merasa kehilangan harapan
  • membicarakan kemarian
  • kehilangan minat pada aktivitas kegemarannya
  • mengalami perubahan mood ekstrem
  • menunjukan tanda-tanda kecemasan
  • mudah kesal pada hal-hal kecil

Lalu, apa yang harus kita lakukan saat orang terdekat menunjukan tanda-tanda bunuh diri?

Ketika ada teman atau keluarga menunjukkan tanda-tanda bunuh diri, berikut langkah-langkah yang bisa kita lakukan:

1. Jangan remehkan perasaan mereka

Meski kita merasa masalah yang mereka alami bukanlah hal besar, jangan menyepelekan apa yang mereka rasakan.

Hal terpenting yang harus kita perhatikan adalah seberapa serius mereka memandang persoalan hidup yang dialami.

Selain itu, dengarkan apa yang mereka katakan tanpa memberikan penilaian pribadi. Jangan sampai kita meremehkan pengalaman atau emosi mereka.

Baca juga: Mengapa Wanita Rentan Alami Tekanan Darah Tinggi?

2. Anggap tindakan bunuh diri sebagai tangisan meminta bantuan

Ketika seseorang mencoba bunuh diri, belum tentu mereka ingin mati. Sebaliknya, perilaku bunuh diri adalah indikator bahwa mereka menderita secara emosional tanpa mengetahui bagaimana cara menghadapinya.

Itu sebabnya, mereka memandang bunuh diri sebagai satu-satunya jalan untuk mengakhiri penderitaan yang mereka hadapi.

Hal yang harus kita lakukan adalah berusaha mendekati mereka dan yakinkan mereka jika Anda selalu ada untuk memberi bantuan.

3. Jadi pendengar yang baik

Menceritakan apa yang kita rasakan bisa membantu melepaskan sebagian beban, termasuk mencegah keinginan bunuh diri.

Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harusbisa menjadi pendengar yang baik ketika dipercaya oleh orang lain sebagai tempat mereka untuk menceritakan permasalahan hidupnya.

Menjadi pendengar yang baik tidak memerlukan keahlian khusus. Kita hanya perlu mendengarkan ceritanya tanpa membrikan penilaian pribadi.

Cukup hadir dan tunjukkan bahwa kita peduli padanya sudah mampu menyelamatkan nyawa mereka yang berniat mengakhiri hidup

4. Dorong mereka untuk mendapatkan bantuan profesional

Meski keinginan kasus bunuh diri bisa muncul secara tiba-tiba, kemungkinan besar pemicunya telah ada dalam waktu yang lama.

Itu sebabnya, mendapatkan bantuan profesional dengan segera bisa menjadi langkah yang penting dalam mencegah bunuh diri.

Hilangkan stigma seputar bunuh diri dan beri semangat orang-orang yang sedang berjuang dengan tekanan emosional untuk mendapatkan bantuan profesional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Demam Tifoid
Demam Tifoid
PENYAKIT
Batu Ginjal
Batu Ginjal
PENYAKIT
Sinusitis
Sinusitis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.