Konsumsi Gula Berlebihan Picu Berbagai Penyakit, Begini Baiknya

Kompas.com - 16/09/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi gula pasir menjadi bahan utama untuk mengubah warna lampu LED. Riset yang dilakukan peneliti LIPI ini dapat menjadi ide usaha rumahan lampu hias yang murah. SHUTTERSTOCK/Alexander ProkopenkoIlustrasi gula pasir menjadi bahan utama untuk mengubah warna lampu LED. Riset yang dilakukan peneliti LIPI ini dapat menjadi ide usaha rumahan lampu hias yang murah.

KOMPAS.com - Peradangan atau inflamasi berlebihan bisa memicu berbagai penyakit kronis.

Salah satu faktor yang bisa menyebabkan munculnya inflamasi berlebihan dalam tubuh adalah pola makan, terutama konsumsi gula berlebihan.

Riset 2018 juga membuktikan konsumsi gula berlebuhan bisamemicu peradangan kronis.

Bahkan, dalam penelitian 2014 juga terbukti mengurangi konsumsi gula juga turut mengurangi peradangan dalam tubuh.

Baca juga: 3 Penyebab Nyeri Otot dan Cara Mengatasinya

Banyaknya peradangan dalam tubuh juga bisa memicu gejala berikut:

  • depresi, kecemasan, dan gangguan suasana hati
  • insomnia dan seringlelah
  • sembelit, diare, dan berbagai gangguan pencernaan
  • berat badan meningkat
  • sering mengalami infeksi.

Peradangan berlebihan juga bisa meningkatkan risiko kematian yang lebih tinggi.

Efek gula pada tubuh

Konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan beberapa perubahan dalam tubuh. Perubahan tersebut juga turut memicu terjadinya inflamasi.

Berikut efek konsumsi gula berlebihan pada tubuh:

- Produksi AGEs meningkat

AGEs (Advanced glycation end products) adalah senyawa berbahaya yang terbentuk ketika protein atau lemak bergabung dengan gula dalam aliran darah.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Urat

5 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Urat

Health
7 Obat Glaukoma dan Efek Sampingnya

7 Obat Glaukoma dan Efek Sampingnya

Health
14 Gejala Tonsilitis yang Perlu Diwaspadai

14 Gejala Tonsilitis yang Perlu Diwaspadai

Health
8 Minuman yang Baik untuk Penderita Asam Lambung

8 Minuman yang Baik untuk Penderita Asam Lambung

Health
Apakah Pisang Baik untuk Penderita Diabetes?

Apakah Pisang Baik untuk Penderita Diabetes?

Health
6 Penyakit Tiroid dan Cara Mengatasinya

6 Penyakit Tiroid dan Cara Mengatasinya

Health
14 Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes

14 Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes

Health
8 Penyebab Haid Tidak Teratur pada Remaja dan Kapan Perlu Waspada

8 Penyebab Haid Tidak Teratur pada Remaja dan Kapan Perlu Waspada

Health
5 Gejala Aritmia Jantung yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Aritmia Jantung yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Cara Mengatasi Asam Urat pada Kaki

5 Cara Mengatasi Asam Urat pada Kaki

Health
8 Obat Asam Urat dan Efek Sampingnya

8 Obat Asam Urat dan Efek Sampingnya

Health
Apa itu Operasi Lasik Mata?

Apa itu Operasi Lasik Mata?

Health
13 Gejala Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya

13 Gejala Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Health
7 Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

7 Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
9 Gejala Penyakit Celiac yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Penyakit Celiac yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X