Benarkah Melewatkan Sarapan Buruk bagi Kesehatan?

Kompas.com - 18/09/2020, 07:35 WIB
Ilustrasi sarapan michaeljungIlustrasi sarapan

Faktanya, penelitan menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat mengurangi asupan kalori keseluruhan hingga 400 kalori per hari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2014 menemukan bahwa tidak ada perbedaan kenaikan berat badan antara orang yang melewatkan sarapan maupun tidak.

Orang yang terbiasa sarapan punya kebiasaan lebih sehat

Banyak penelitian menunjukkan, orang yang terbiasa sarapan cenderung lebih sehat. Meski begitu, studi-studi tersebut bersifat observasional, bukan sebab akibat.

Dengan kata lain, penelitian tidak membuktikan bahwa sarapan yang menyebabkan kebiasaan sehat tersebut.

Meski begitu, ketika melewatkan sarapan Anda mungkin merasa lebih rewel.

Dikutip dari Live Strong, tujuan makan di pagi hari adalah mengonsumsi makanan bergizi sehingga membantu Anda merasa kenyang dan puas sehingga tidak kelaparan sebelum makan siang.

Hal ini juga membuat Anda tidak mengidap makanan yang tidak sehat sepanjang hari.

Tidak makan menyebabkan gula darah menjadi turun yang menyebabkan keinginan yang mengarah pada konsumsi gula berlebihan.

Risiko penyakit kardiovaskular

Kabar buruknya, sebuah penelitian yang terbit dalam The International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2019 mengaitkan kebiasaan melewatkan sarapan dengan masalah kesehatan jantung.

Baca juga: Kapan Waktu Sarapan yang Baik?

Melansir dari Business Insider, kebiasaan tidak sarapan juga berhubungan dengan perilaku lain yang menyebabkan penyakit jantung, seperti merokok, makan terlalu banyak kalori, konsumsi terlalu banyak gula, dan kurang olahraga.

Ketika para peneliti mengamati faktor-faktor ini, dalam sebuah studi tahun 2019 di Journal of the American College of Cardiology, melewatkan sarapan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Meski begitu, apa yang Anda makan juga penting untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Artinya, hal yang terpenting dari sarapan adalah menu sehat harian Anda.

Anda dapat fokus mengonsumsi biji-bijian, buah-buahan, dan protein sehat pada menu sarapan. Selain itu, hindari minuman dengan banyak tambahan gula, seperti jus, kopi, atau teh.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X