Kompas.com - 14/10/2020, 15:06 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

KOMPAS.com - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) penyakitini telah merengut sekitar 17,9 juta jiwa setiap tahunnya.

Namun, hal ini bisa diminimalisir dengan melakukan pencegahan dan identifikasi sedini mungkin.

Baca juga: Apakah Tisu Basah Efektif untuk Basmi Virus Corona?

Faktor risiko penyakit jantung

Pengendalian faktor risiko adalah cara penting untuk meminimalisir risiko penyakit jantung.

Berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung:

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

4 Cara Mudah Cegah Penyakit Jantung
Penyakit jantung bisa diminimalisir dengan melakukan pencegahan sedini mungkin. Bagaimana caranya?
Bagikan artikel ini melalui

- Obesitas

Indeks massa tubuh di atas 30 bisa meningkatkan peluang kita mengalami penyakit jantung.

- Kolestrol dan tekanan darah tinggi

Terlalu banyak kolesterol LDL (low-density lipoprotein) dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, mengurangi aliran darah ke jantung atau otak Anda.

Sedangkan tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan terbentuknya plak yang mempersempit pembuluh darah.

- Diabetes

Diabetes juga bisa memicu penumpukan plak di arteri yang membatasi aliran darah ke jantung dan organ lainnya, yang dapat memicu serangan jantung atau stroke.

- Konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan bisa meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Bagaimana cara mencegah penyakit jantung?

Menurut Cleveland Clinic, ada empat cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit jantung. Berikut cara tersebut:

1. Diet sehat

Diet mediterania telah terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Diet ini berfokus pada pola makan tinggi sayur, buah, dan biji-bijian utuh, yang dilengkapi dengan lemak sehat.

Riset 2018 dalam New England Journal of Medicine menunjukkan pola diet ini dapat menyeimbangkan kolesterol dan tekanan darah, yang turut menurunkan risiko stroke dan serangan jantung.

2. Rutin olahraga

Otot-otot jantung membutuhkan olahraga agar bisa berfungsi optimal untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Itu sebabnya, kita direkomendasikan untuk melakukan olahraga intensitas sedang minimal 150 menit setiap minggu.

Jika sudah terbiasa berolahraga, kita bisa menambahkan rutinitas tersebut dengan melakukan latihan ketahanan sebanyak dua hingga lima kali seminggu.

Baca juga: Tak Hanya Gangguan Jantung dan Paru-Paru, Ini 5 Penyebab Sesak Napas

3. Hindari merokok

Merokok merupakan penyebab utama aterosklerosis. Semakin lama Anda merokok, semakin tinggi risiko serangan jantung.

Kabar baiknya, tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Kita masih bisa merasakan manfaat berhenti merokok hanya dalam hitungan bulan.

Ada berbagai metode untuk berhenti merokok. Kita bisa meminta bantuan dokter untuk menemukan metode paling tepat.

4. Lakukan pemeriksaan rutin

Genetika juga bisa mempengaruhi risiko kita terkena penyakit jantung. Untuk mengetahui hal tersebut, kita harus memeriksakan diri secara teratur.

Pemeriksaan rutin akan membantu mendeteksi adanya potensi penyakit tertentu, termasuk jantung, yang mungkin ada dalam diri kita. Dengan cara ini, kita bisa melakukan deteksi dan pencegahan sedini mungkin.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pes
Pes
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.