3 Penyebab Utama Sesak Napas Bisa Jadi Gejala Penyakit Apa Saja

Kompas.com - 23/10/2020, 12:12 WIB
ilustrasi sesak napas shutterstock/Twinsterphotoilustrasi sesak napas

KOMPAS.com - Sesak napas adalah kondisi saat seseorang merasa kehabisan napas atau susah menarik napas.

Penderita sesak napas acapkali merasakan udara yang masuk ke paru-paru tidak cukup atau tidak lancar.

Terkadang juga muncul rasa tak lega saat menghirup dan mengembuskan napas, atau ingin menarik napas terus padahal napas yang diembuskan belum tandas.

Baca juga: Kenapa Jadi Sesak Napas setelah Minum Kopi?

Melansir Healthline, beberapa gejala sesak napas khas yang kerap dirasakan penderitanya antara lain:

  • Ada rasa sesak di dada
  • Ingin bernapas lebih cepat
  • Tubuh seolah kekurangan oksigen

Sesak napas dapat terjadi tiba-tiba saat sedang istirahat atau di sela-sela aktivitas. Serangan sesak napas bisa juga kerap kambuh atau bersifat kronis.

Menurut Mayo Clinic, kebanyakan sesak napas disebabkan oleh gangguan paru-paru dan jantung.

Pasalnya, kedua organ tersebut terlibat dalam pengangkutan oksigen ke seluruh jaringan tubuh dan membuang karbondioksida.

Namun, tidak semua penyebab sesak napas terkait paru-paru dan jantung.

Baca juga: Ciri-ciri Demam, Batuk, Sesak Napas pada Infeksi Virus Corona

Berikut beberapa penyebab sesak napas bisa jadi gejala penyakit apa saja.

1. Penyebab sesak napas terkait gangguan paru-paru

Sesak napas bisa jadi gejala penyakit atau gangguan pada organ paru-paru, di antaranya:

  • Infeksi virus corona (Covid-19)
  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
  • Pneumotoraks (paru-paru yang robek)
  • Emboli paru (pembekuan darah di arteri paru-paru)
  • Penyumbatan saluran napas

Sesak napas gejala penyakit terkait paru-paru di atas umumnya datang atau terjadi tiba-tiba.

Ada juga penyebab sesak napas terkait paru-paru uang bersifat kronis atau berlangsung lebih dari dua minggu,

  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Penyakit paru interstisial
  • Penumpukan cairan di sekitar paru atau efusi pleura

Selain itu, ada juga penyakit terkait paru-paru yang menimbulkan gejala sesak napas, antara lain:

  • Croup (terutama pada anak kecil)
  • Kanker paru-paru
  • Pleurisy (radang selaput yang mengelilingi paru-paru)
  • Edema paru (kelebihan cairan di paru-paru)
  • Fibrosis paru (parut dan paru-paru rusak)
  • Hipertensi paru
  • Sarkoidosis (kumpulan sel inflamasi dalam tubuh)
  • Tuberkulosis

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

2. Penyebab sesak napas terkait penyakit jantung

Beberapa gangguan atau penyakit jantung juga bisa jadi penyebab sesak napas.

Gejala sesak napas terkait penyakit jantung yang muncul tiba-tiba di antaranya:

  • Kelebihan cairan di sekitar jantung
  • Serangan jantung
  • Aritmia atau gangguan irama jantung
  • Gagal jantung

Gangguan pernapasan yang terkait jantung juga bisa muncul secara bertahap, seiring berjalannya waktu.

Sesak napas yang muncul tersebut bisa kumat saat penderita melakukan aktivitas fisik. Kemungkinan penyebabnya karena katup aorta menyempit.

Sedangkan sesak napas terkait gagal jantung gejalanya bisa muncul saat penderita berbaring, karena jantung tidak dapat memompa darah dengan optimal.

Baca juga: Dada Sakit Bisa Jadi Gejala Penyakit Apa Saja?

3. Penyebab sesak napas selain jantung dan paru-paru

Sesak napas tidak selalu gejala penyakit paru-paru dan jantung. Ada juga beberapa penyebab lainnya, yakni:

  • Alergi yang parah
  • Keracunan karbon monoksida
  • Kehilangan darah secara tiba-tiba
  • Kegemukan
  • Anemia
  • Gangguan kecemasan
  • Patah tulang iga
  • Tersedak
  • Pembengkakan penutup tenggorokan (epiglotitis)
  • Sindrom Guillain-Barre
  • Kyphoscoliosis (kelainan bentuk dinding dada)
  • Myasthenia gravis (suatu kondisi yang menyebabkan kelemahan otot)

Baca juga: Sistem Pernapasan: Fungsi, Organ, Cara Menjaga agar Tetap Sehat

Melansir Harvard Health Publishing, untuk mengetahui penyebab pasti sesak napas gejala penyakit apa perlu dilakukan pemeriksaan.

Dokter umumnya merekomendasikan rontgen dada atau USG jantung untuk deteksi awal penyebab sesak napas.

Terlepas dari apa pun penyebabnya, sesak napas merupakan gangguan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian medis serius.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami sesak napas.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X