5 Hal yang Membuat Wanita Berisiko Lebih Tinggi Alami Penyakit Jantung

Kompas.com - 25/10/2020, 15:15 WIB
ilustrasi nyeri dada Shutterstock/9nongilustrasi nyeri dada

KOMPAS.com - Menurut laporan Harvard Medical School penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di kalangan wanita.

Bahkan di negara maju sekelas AS, sekitar satu dari lima wanita meninggal dunia akibat penyakit jantung.

Gejala penyakit jantung yang dialami wanita pun berbeda dengan gejala yang biasa dialami wanita.

Itu sebabnya, risiko kematian pada wanita dengan penyakit jantung lebih tinggi daripada pria.

Baca juga: Amankah Minum Kopi untuk Ibu Hamil?

Berikut berbagai faktor yang membuat peluang kematian akibat penyakit jantung di kalangan wanita lebih tinggi daripada pria:

1. Lipid darah

Sebelum menopause, estrogen seorang wanita membantu melindunginya dari penyakit jantung dengan meningkatkan kolesterol HDL (baik) dan menurunkan kolesterol LDL (jahat).

Setelah menopause, wanita memiliki konsentrasi kolesterol total yang lebih tinggi daripada pria.

Selain itu, trigliserida merupakan kontributor penting yang meneybabkan tingginya risiko penyakit jantung pada wanita.

Saat memasuki usia menopause, tingkat HDL pada wanita cenderung rendah, sedangkan trigliserida akan meningkat.

Hal ini turut meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung pada wanita di atas usia 65 tahun.

2. Diabetes

Diabetes juga bisa membuat risiko wanita mengalami penyakit jantung lebih tinggi daripada pria.

Kondisi ini terjadi karena diabetes memiliki faktor risiko tambahan, seperti obesitas, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Meskipun wanita biasanya mengembangkan penyakit jantung sekitar 10 tahun lebih lambat daripada pria, diabetes akan mempercepat perkembangan penyakit jantung di kalangan wanita.

Pada wanita yang pernah mengalami serangan jantung, diabetes akan meningkatkan risiko serangan jantung dan meningkatkan risiko gagal jantung.

3. Sindrom metabolik

Sindrom metabolik adalah sekumpulan risiko kesehatan, seperti lingkar pinggang yang terlalu besar, tekanan darah tinggi, intoleransi glukosa, kolesterol HDL rendah, dan trigliserida tinggi.

Semua hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Penelitian Harvard Medical School membuktikan wanita yang mengalami sindrom metabolik berpotensi besar mengalami serangan jantung di usia muda.

Dalam sebuah penelitian terhadap pasien yang menjalani operasi bypass, sindrom metabolik pun terbukti menyebabkan risiko kematian yang lebih besar pada wanita daripada pria.

Baca juga: Memahami Manfaat dan Efek Samping Vaksin Polio

4. Gejala

Nyeri di area dada adalah gejala klasik serangan jantung. Sayangnya, banyak wanita yang tidak mengalami gejala tersebut.

Gejala penyakit jantung yang kerap dialami wanita antara lain kelelahan dan sakit di area perut, leher, serta bahu.

Riset Harvard juga membuktikan hanya sekitar satu dari delapan wanita yang melaporkan nyeri dada selama episode serangan jantung.

Bahkan, seringkali mereka hanya menganggap gejala tersebut hanya tekanan, nyeri, atau sesak biasa saja.

5. Diagnosis dan pengobatan

Wanita memiliki arteri koroner yang lebih kecil dan lebih ringan daripada pria.

Hal ini membuat angiografi, angioplasti, dan operasi bypass koroner lebih sulit dilakukan, sehingga mengurangi peluang wanita untuk menerima diagnosis yang tepat dan mendapatkan hasil yang baik.

Selain itu, wanita cenderung mengalami lebih banyak komplikasi setelah operasi.

Wanita juga dua kali lebih mungkin untuk terus mengalami gejala beberapa tahun setelah angioplasti koroner atau prosedur pelebaran pembuluh darah yang tersumbat.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X