10 Gejala Leptospirosis, Penyakit yang Sering Muncul Saat Musim Hujan

Kompas.com - 26/10/2020, 09:27 WIB
Ilustrasi demam tifoid atau penyakit tipes ShutterstockIlustrasi demam tifoid atau penyakit tipes

KOMPAS.com – Leptospirosis menjadi salah satu penyakit yang layak diwaspadai saat musim hujan.

Di Indonesia, penyakit ini sering juga disebut sebagai penyakit kencing tikus.

Itu karena, bakteri penyebab leptospirosis seringkali dibawa oleh hewan pengerat tikus.

Baca juga: Waspada Penyakit Leptospirosis Saat Memasuki Musim Hujan

Namun pada dasarnya, ada beberapa hewan lain yang bisa menularkan leptospirosis, termasuk sapi, anjing, babi, kelompok reptil, kelompok amfibi, dan hewan pengerat lainnya.

Melansir WebMD, leptospirosis disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut Leptospira interrogans.

Organisme ini bisa dibawa oleh banyak hewan dan hidup di dalam organ ginjal mereka.

Jika Anda berada di sekitar tanah atau air tempat hewan yang terinfeksi buang air, kuman dapat menyerang tubuh Anda melalui luka di kulit, seperti goresan, luka terbuka, termasuk luka yang sudah mulai kering.

Bakteri juga bisa masuk melalui hidung, mulut, atau alat kelamin.

Maka dari itu, leptospirosis pada umumnya lebih banyak menjangkit saat musim hujan ketika banyak ditemukan genangan dan tanah basah di mana-mana.

Sementara, penyakit leptospirosis jarang ditularkan dari manusia lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber WebMD,CDC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X