Mengenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Punggung saat Menstruasi

Kompas.com - 31/10/2020, 19:44 WIB
Ilustrasi nyeri punggung. ShutterstockIlustrasi nyeri punggung.

KOMPAS.com - Sebagian besar wanita mengalami sakit perut, kembung, dan sakit kepala ketika berada di masa menstruasi.

Tak hanya itu, adapula yang mengalami nyeri atau sakit punggung saat datang bulan.

Sakit punggung yang dialami biasanya terletak di bagian tengah hingga punggung bagian bawah.

Biasanya, kondisi ini terjadi menjelang hingga selesainya masa menstruasi.

Baca juga: Cegah Sakit Punggung dengan 6 Cara Mudah Ini

Penyebab

Sakit punggung saat masa menstruasi biasanya terjadi karena perubahan hormon.

Saat fase mentruasi, tubuh wanita melepaskan hormon prostaglandin untuk mendorong kontraksi uterus agar lapisan rahim terlepas.

Hal ini tentu berpengaruh pada otot punggung, khususnya punggung bagian bawah.

Hormon prostaglandin juga bisa menyebabkan dismenore atau nyeri haid.

Selain itu, kontraksi rahum yang berat juga bisa memicu nyeri perut yang menjalar hingga punggung bagian bawah.

Wanita yang mengalami endometriosis juga rentan mengalami nyeri punggung bawah selama menstruasi.

Baca juga: Sakit Punggung Bisa Jadi Gejala Penyakit Apa?

Bagaimana mengatasinya?

Menghimpun data Medical News, mengonsumsi onat antiinflamasi nonsteroiddapat membantu meringankan sakit punggung karena produksi hormon prostaglandin.

Selain itu, mengatasi atau meringankan nyeri punggung saat menstruasi juga bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • mengompres air hangat area yang sakit
  • melakukan peregangan
  • melakukan relaksasi seperti yoga, meditasi, atau pernapasan dalam
  • mengonsumsi suplemen tertentu yang mengandung mangnesium dan vitamin B1
  • melakukan pengobatan alternatif, seperti akupuntur atau pijat
  • minum banyak air agar tetap terhidrasi
  • hindari kafein dan coklat
  • hindari asupan alkohol dan merokok
  • Jika cara tersebuttak bisa mengatasi sakit punggung, segera hubungi dokter.

Baca juga: Mengenal Detoks Dopamin, Cara Lepaskan Diri Kesenangan Sementara

Biasanya, dokter akan merekomendasikan obat pereda nyeri dengan dosis yang lebih kuat.

Selain itu, dokter juga bisa mengidentifikasi penyebab lain dan menemukan metode yang tepat untuk mengatasinya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X