Kompas.com - 21/11/2020, 19:01 WIB
Ilustrasi serangan jantung, jantung berdebar ShutterstockIlustrasi serangan jantung, jantung berdebar

KOMPAS.com - Serangan jantung dapat terjadi saat pembuluh darah arteri koroner yang memasok darah ke jantung tersumbat.

Penyumbatan pembuluh darah ke jantung ini dapat menghentikan dan mengurangi aliran darah serta oksigen yang masuk ke jantung.

Dalam dunia medis, serangan jantung dikenal dengan istilah infark miokard.

Baca juga: 3 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita, Tak Hanya Sakit Dada

Melansir Heart Foundation, penyebab serangan jantung paling umum adalah penyakit jantung koroner.

Kondisi ini terjadi saat pembuluh darah arteri koroner mengalami penyempitan lantaran tertutup plak dari lemak dan kolesterol.

Penyempitan arteri ini dapat mengurangi aliran darah yang masuk ke otot jantung secara signifikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat terjadi serangan jantung, plak dari dinding arteri bisa pecah dan membentuk gumpalan.

Gumpalan tersebut menghalangi aliran darah dan membuat pasokan darah via arteri terhambat. Dampaknya, otot jantung bisa rusak.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Selain itu, serangan jantung juga bisa disebabkan pembuluh darah arteri koroner kejang dan menyempit.

Kondisi ini juga bisa mengurangi atau menghambat aliran darah mencapai jantung.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X