Kompas.com - 19/12/2020, 10:10 WIB
Ilustrasi batu empedu Shutterstock/Emily frostIlustrasi batu empedu

KOMPAS.com - Penyakit batu empedu adalah kondisi saat cairan pencernaan mengeras dan membentuk semacam kristal di kantong empedu.

Ukuran batu empedu bisa bervariasi, mulai sekecil butiran pasir hingga sebesar bola golf. Batu ini bisa muncul tunggal atau banyak dalam waktu bersamaan.

Penderita yang mengalami ciri-ciri sakit batu empedu biasanya baru membutuhkan perawatan medis.

Penyakit batu empedu yang tidak menimbulkan gejala penyakit, umumnya tidak perlu diobati.

Baca juga: Batu Empedu: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Melansir Mayo Clinic, ciri-ciri sakit batu empedu umumnya muncul saat kristal empedu menyumbat saluran pencernaan. Gejalanya antara lain:

  • Sakit perut bagian kanan atas, nyerinya terkadang menjalar ke tengah perut
  • Nyeri punggung di antara tulang belikat
  • Sakit di bahu kanan
  • Mual dan muntah

Dilansir dari WebMd, sakit yang dirasakan penderita penyakit batu empedu cenderung menyerupai gangguan pencernaan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apabila ada gejala di atas, dokter umumnya melakukan pemeriksaan fisik, tes USG, sampai merekomendasikan pemindaian dengan CT scan.

Apabila diagnosis mengarah pada penyakit batu empedu, dokter baru menyarankan jenis perawatan yang paling tepat.

Rekomendasi tersebut umumnya diberikan pada penderita yang merasakan gejala ketidaknyamanan pada tubuhnya atau memiliki risiko komplikasi.

Risiko komplikasi penyakit batu empedu antara lain sirosis hati, hipertensi portal, diabetes, sampai kanker kantong empedu.

Baca juga: 4 Ciri-ciri Sakit Batu Empedu, Termasuk Sakit Perut Sebelah Kanan

Berikut beberapa cara mengobati batu empedu:

1. Operasi batu empedu

ilustrasi kantong empedu, empeduShutterstock/Maya2008 ilustrasi kantong empedu, empedu
Operasi batu empedu adalah cara mengobati batu empedu yang paling direkomendasikan untuk mengatasi gejala penyakit yang parah atau kerap kambuh.

Melansir NHS, kantong empedu bukanlah organ yang penting seperti usus buntu. Sehingga, penderita masih bisa hidup normal tanpa kantong empedu.

Salah satu teknik operasi batu empedu adalah jenis operasi lubang kunci atau kolesistektomi laparoskopi.

Operasi ini dilakukan dengan membuat tiga sampai empat lubang sayatan kecil di perut.

Dokter lantas memasukkan alat sejenis teleskop panjang yang dilengkapi kamera video di ujungnya bernama laparoskop.

Setelah memantau keberadaan batu empedu dengan laparoskop, dokter sekalian mengeluarkan batu empedu yang bersarang di saluran pencernaan.

Kolesistektomi laparoskopi biasanya dilakukan dengan bius umum. Operasi batu empedu ini memakan waktu 60 sampai 90 menit.

Baca juga: Penyebab Penyakit Batu Empedu dan Faktor Risikonya

Prosedur kolesistektomi laparoskopi umumnya tidak direkomendasikan bagi ibu hamil yang memasuki trimester akhir atau penderita dengan berat badan berlebih.

Jika batu empedu tidak dapat dikeluarkan dengan operasi lubang kunci, dokter akan merekomendasikan operasi terbuka untuk mengangkat batu empedu.

Operasi terbuka sama efektifnya dengan operasi laparoskopi, namun waktu pemulihannya lebih lama.

Luka sayatan yang dibuat di perut selama operasi hanya satu. Namun, ukurannya cukup besar, antara 10-15 centimeter.

Dokter akan memberikan bius total selama operasi batu empedu. Penderita umumnya harus tinggal di rumah sakit hingga lima hari. Sedangkan waktu pemulihan total membutuhkan waktu sekitar enam minggu.

Baca juga: Kenali Sakit Perut Sebelah Kanan Tanda Penyakit Kantong Empedu

2. Endoscopic retrograde cholangio pancreatography 

Perangkat ini dirancang untuk membantu para dokter yang selama ini menggunakan endoskopi untuk melihat langsung keadaan tubuh manusia selama pemeriksaan internal.Getty Images Perangkat ini dirancang untuk membantu para dokter yang selama ini menggunakan endoskopi untuk melihat langsung keadaan tubuh manusia selama pemeriksaan internal.
Prosedur endoscopic retrograde cholangio-pancreatography (ERCP) atau kolangio-pancreatografi retrograd endoskopik adalah opsi cara mengobati batu empedu tanpa operasi.

Perawatan ini tidak mengangkat batu empedu seperti operasi bedah terbuka biasanya.

ERCP menggunakan alat endoskopi atau tabung fleksibel yang dilengkapi kamera. Alat ini dimasukkan ke saluran empedu di dekat usus kecil lewat mulut.

Selama perawatan ERCP, saluran empedu akan dibuatkan bukaan dengan potongan kecil atau kawat yang dipanaskan secara elektrik.

Batu empedu yang bersarang di saluran pencernaan itu lantas dikeluarkan dari tubuh.

Terkadang, dokter juga meletakkan tabung kecil atau stent di saluran empedu untuk memudahkan batu empedu keluar.

Prosedur ERCP biasanya dilakukan dengan obat bius lokal. Tindakan medis ini umumnya cukup cepat, antara 15 menit sampai satu jam.

Setelah itu, penderita perlu dirawat inap di rumah sakit setidaknya satu hari untuk dipantau kondisi kesehatannya.

Baca juga: 8 Gejala Batu Ginjal yang Pantang Disepelekan

3. Terapi obat penghancur batu empedu

Ilustrasi obat Shutterstock Ilustrasi obat
Cara mengobati batu empedu tanpa operasi lainnya yakni dengan obat penghancur batu empedu.

Dokter umumnya meresepkan obat penghancur batu empedu untuk penderita yang memiliki batu empedu berukuran kecil dan tidak mengandung kalsium.

Sayangnya, terapi obat ini efektivitasnya butuh waktu lama, sampai sekitar dua tahun. Selain itu, batu empedu juga dapat kambuh setelah pengobatan dihentikan.

Obat penghancur batu ginjal juga tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

Wanita yang mengonsumsi pil KB juga perlu menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom karena obat penghancur batu empedu bisa mengurangi efektivitas pil kontrasepsi yang diminum.

Penderita batu empedu perlu mengonsultasikan ke dokter terkait jenis perwatan paling tepat untuk mengatasi penyakitnya.

Selain itu, pastikan untuk menjalankan pola makan sehat dan seimbang, termasuk diet rendah lemak, makan dengan porsi sedang, dan rutin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.