Kompas.com - 04/01/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi diet. SHUTTERSTOCK/YURIY MAKSYMIVIlustrasi diet.

KOMPAS.com – Memiliki berat badan ideal adalah idaman banyak orang. Tak jarang untuk mencapai berat badan sempurna, banyak orang rela diet mati-matian.

Namun, menurunkan berat badan atau diet merupakan program yang cukup membingungkan.

Apalagi, semenjak semakin sadar masalah kesehatan terkait obesitas, banyak orang berlomba melakukan program diet.

Baca juga: Pola Diet yang Efektif untuk Wujudkan Tubuh Ideal di Tahun Baru

Ini membuat banyak saran, mitos, dan gosip mengenai program diet. Sayangnya, berbagai hal tersebut sering tidak didukung data valid.

Akhirnya, yang terjadi adalah jebakan program diet yang justru membuat sistem kesehatan tubuh bermasalah.

Oleh sebab itu, berikut ini adalah mitos terkait program diet yang tak perlu lagi Anda percayai:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Tidak sarapan merupakan bagian penting diet

Tidak sarapan merupakan salah satu mitos paling umum saat menjalankan program diet.

Mitos ini hadir berdasarkan asumsi bahwa tidak sarapan berarti tidak ada asupan kalori. Sayangnya, tidak semudah itu.

Sebuah riset tentang hubungan sarapan dan tubuh manusia dijalankan oleh Kylie J. Smith dan rekan-rekannya. Penelitian berjalan sejak tahun 1985 hingga 2006. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition.

Penelitian selama bertahun-tahun tersebut menghasilkan fakta bahwa peserta riset yang melewatkan sarapan selama kanak-kanak dan dewasa cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar, kadar insulin yang lebih tinggi, dan kadar kolesterol yang lebih tinggi.

Melewatkan sarapan sering berarti membuat seseorang menghabiskan lebih banyak makanan di sisa hari yang dilewati.

Sebuah studi tahun 2007 oleh S. Croezen dan rekan-rekannya menemukan fakta bahwa melewatkan sarapan memiliki hubungan kuat dengan kelebihan berat badan.

Baca juga: 4 Manfaat Diet Rendah Glikemik dan Cara Menerapkannya

2. Berat badan adalah patokan utama

Pada umumnya, berbagai program diet hanya fokus pada angka di timbangan.

Sebuah penelitian di Journal of Obesity, Hindawi, menyatakan bahwa fokus pada angka berat badan sebagai satu-satunya patokan kesuksesan membuat program diet berjalan tidak efektif sekaligus memberikan gangguan psikologis.

Dalam sebuah program diet, idealnya, yang menjadi patokan kesuksesan adalah kesehatan tubuh bukan penurunan berat badan.

Program diet yang baik fokus pada sehat jangka panjang, bukan pada berat badan yang diturunkan dalam waktu singkat.

3. Ngemil adalah dosa tidak termaafkan

Beberapa orang percaya bahwa ngemil adalah sebuah dosa tidak termaafkan saat menjalani diet.

Padahal, pada sejumlah kasus, ngemil justru membantu mengelola asupan kalori lebih efektif.

Mengonsumsi sepotong buah atau yogurt rendah lemak bisa mengurangi keinginan makan, mencegah makan berlebihan pada waktu makan utama, atau justru mampu membuat beralih ke camilan padat energi.

Baca juga: Dianggap Mampu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Bahaya Diet Keto

Orang-orang dengan obesitas cenderung menunjukkan aktivitas ngemil lebih tinggi. Solusinya, cobalah ngemil camilan sehat daripada ngemil camilan tidak sehat.

Frekuensi makan, terutama dengan pola tiga kali makan dan dua kali camilan per hari, kemungkinan memiliki peran penting dalam program menurunkan berat badan.

Menurunkan berat badan bukanlah sesuatu yang ajaib. Sebagian besar program diet sukses dijalankan dalam waktu jangka panjang dan berada dalam pantauan dokter serta ahli diet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
Clubfoot

Clubfoot

Penyakit
9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Health
Alergi Telur

Alergi Telur

Penyakit
9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

Health
Takikardia

Takikardia

Penyakit
6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

Health
Halusinasi

Halusinasi

Penyakit
6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.