Kompas.com - 23/01/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi gigi anak ShutterstockIlustrasi gigi anak

KOMPAS.com - Kerusakan gigi adalah penyakit yang sering terjadi pada anak-anak.

Hal ini terjadi karena adanya bakteri di dalam mulut. Bakteri menghasilkan asam ketika mencerna sisa-sisa makanan yang ada pada gigi kita.

Asam tersebut bisa menghancurkan enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Baca juga: Bagaimana Cara Menentukan Posisi Tidur Terbaik?

Bagaimana mencegahnya?

Menurut dokter anak Isabelita Guadiz, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mencegah kerusakan gigi pada anak.

Kerusakan gigi tergantung pada apa yang masuk ke mulut dan sudah berapa lama si kecil memiliki gigi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itulah mengapa sebaiknya orangtua jangan menidurkan bayi dengan sebotol susu atau jus," ucapnya.

Bakteri dan gula dari susu atau jus dapat menetap terlalu lama di mulut bayi dan meningkatkan risiko rusaknya gigi.

Pada usia berapa anak boleh menggosok gigi?

Para peneliti di American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan para orangtua agar menggunakan pasta gigi berfluorida untuk anak sejakmereka tumbuh gigi.

Fluorida adalah mineral yang terjadi secara alami pada banyak makanan dan air.

Zat ini membantu mencegah kerusakan dan membuat gigi lebih tahan terhadap serangan asam pada enamel gigi.

Gunakan pula sikat gigi berbulu ekstra lembut dengan sedikit pasta gigi berfluorida untuk bayi saat dua gigi pertama mereka tumbuh.

Orangtua juga harus menyikat gigi anak sebanyak dua kali sehari dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi seukuran sebutir beras.

Cara terbaik menyikat gigi anak

Cara menyikat atau merawat gigi anak juga berbeda-beda, tergantung pada usia mereka.

Orangtua juga disarankan untuk membantu anak menyikat gigi selama dua menit, dua kali sehari.

Berikut cara merawat gigi anak berdasarkan usia:

1. Bayi dan balita di bawah usia tiga tahun

Untuk bayi dan balita di bawah usia tiga tahun, orangtua disarankan menyikat gigi emreka dengan menggunakan sedikit pasta gigi berfluorida seukuran satu biji beras saat gigi tumbuh.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Makanan Tersangkut di Tenggorokan

2. Anak-anak usia tiga hingga lima tahun

Anak-anak usia tiga sampai lima tahun harus menggunakan pasta gigi berfluorida seukuran kacang polong.

Orangtua juga harus mengawasi si kecil untuk mencegah mereka menelan pasta gigi.

Sebaiknya, jangan berikan air pada anak untuk berkumur kecuali jika Anda yakin mereka tahu cara melakukannya.

Pasalnya, anak-anak biasanya akan menelannya bukan memuntahkannya kembali.

3. Anak di bawah enam tahun

Untuk anak di bawah usia enam thaun, para ahli tidak merekomendasikan obat kumur berfluorida yang dijual bebas.

Jika anak Anda menelan obat kumur tersebut, mereka dapat menelan tingkat fluoride yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan.

Jika anak Anda masih tidak dapat membilas dan meludah dengan benar bahkan pada usia 6 tahun, yang terbaik adalah menunggu sampai usia mereka mencapai tujuh atau delapan tahun.

Untuk semua bayi dan anak-anak, perawaran fluoride varnish juga bermanfaat setidaknya sekali setiap enam bulan, terutama anak-anak yang berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi karena posisi gigi mereka.

Tanyakan kepada dokter anak, penyedia perawatan primer, atau dokter gigi anak Anda untuk layanan ini.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

Health
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.