Kompas.com - 11/02/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi vagina BarabasaIlustrasi vagina

KOMPAS.com - Munculnya benjolan di vagina bisa menyebabkan wanita khawatir.

Benjolan ini bisa muncul di bagian dalam vagina, area mulut vagina atau vulva, serta bibir vagina atau labia.

Area sekitar vagina biasanya cukup sensitif. Sehingga, saat ada benjolan atau tanda iritasi, rasa tidak nyaman dan nyerinya bisa lebih terasa.

Baca juga: Gejala Infeksi Jamur Vagina dan Penyebabnya

Dilansir dari Women's Health, benjolan di vagina biasanya terasa setelah timbul perubahan warna kulit, nyeri, atau benjolan membesar.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait penyebab benjolan di vagina dan cara menghilangkannya.

Penyebab benjolan di vagina

Terdapat beragam penyebab benjolan di vagina. Melansir Medical News Today, berikut beberapa di antaranya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Kista vagina

Kista vagina adalah benjolan berupa kantong di dalam dinding vagina. Beberapa jenis kista tersebut berisi nanah, kopong atau cuma berisi udara, atau jaringan parut.

Jenis kista vagina meliputi:

  1. Kista bartholin yang tumbuh di salah satu atau kedua sisi lubang vagina
  2. Kista endometriosis berupa benjolan jaringan yang membentuk kista kecil di vagina
  3. Kista saluran gartner yang terbentuk selama kehamilan
  4. Kista inklusi vagina yang muncul setelah trauma pada dinding vagina, seperti setelah melahirkan, cedera, atau masalah lainnya

Beberapa kista vagina berukuran besar dan nyeri, tetapi sebagian besar kista vagina berukuran kecil dan tidak memiliki gejala.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Vagina Gatal Sesuai Penyebabnya

  • Polip vagina

Polip vagina adalah pertumbuhan jaringan kulit yang tidak ganas. Biasanya, polip vagina bukan gangguan kesehatan yang perlu dikhawatirkan.

Apabila terasa sakit atau menyebabkan pendarahan, polip vagina baru memerlukan tindakan medis.

  • Kutil vagina

Kutil vagina adalan benjolan yang disebabkan infeksi virus human papillomavirus (HPV). Infeksi virus ini menular dan bisa menyebabkan kanker.

Benjolan kutil di bagian dalam vagina umumnya tidak terasa. Namun, pertumbuhan kutil di bagian luar vagina bisa dipantau.

Selain HPV, penyakit menular seksual herpes juga bisa memicu kutil vagina.

Gejala kutil vagina terkait herpes ini mirip jerawat akibat rambut tumbuh ke dalam. Terkadang benjolan di miss v juga terasa nyeri atau melepuh.

Baca juga: Vagina Becek: Penyebab dan Cara Mengatasi

  • Kanker vagina

Kendati jarang terjadi, penyebab benjolan di vagina juga bisa terkait kanker.
Benjolan ini berupa pertumbuhan jaringan ganas di lapisan sel kulit atau kelenjar di vagina.

Gejala kanker vagina di awal antara lain pendarahan dan keputihan yang tidak biasa.

Jika kanker semakin parah, gejala lain yang dirasakan penderitanya termasuk sembelit, nyeri panggul, nyeri punggung, atau kaki bengkak.

Baca juga: Kentut dari Vagina, Normal atau Tidak?

Cara menghilangkan benjolan di vagina

.SHUTTERSTOCK .
Cara mengatasi benjolan di vagina disesuaikan dengan penyebab mendasarnya.

Apabila benjolan di vagina disebabkan kista, dokter biasanya mengantisipasinya dengan pemberian obat mengatasi infeksi.

Jika nyeri hebat muncul, penderita biasanya diresepkan obat pereda rasa sakit.

Benjolan di vagina yang disebabkan infeksi virus tidak disembuhkan dengan obat antibiotik. Tapi, dokter jamak menghilangkan kutil dengan operasi atau perawatan lain.

Sedangkan cara menghilangkan benjolan di benjolan terkait kanker biasanya dengan operasi, terapi radiasi, kemoterapi, dan pemberian obat-obatan.

Wanita yang mendapati ada benjolan di vagina perlu berkonsultasi ke dokter.

Terutama jika benjolan tersebut berdarah, mengeluarkan cairan berbau busuk, dan terasa nyeri.

Dokter akan mengevaluasi dan menentukan jenis perawatan yang tepat untuk mengatasinya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X