Kompas.com - 04/03/2021, 18:08 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19. FreepikIlustrasi virus corona, Covid-19.

KOMPAS.com -Sejak awal pandemi, virus Corona telah bermutasi. Mutasi virus sebenarnya adalah hal yang biasanya.

Namun, serangkaian mutasi dari virus bisa menghasilkan varian yang lebih berbahaya dan menular.

Laporan Healhtline juga menyebut strain baru mengandung mutasi dapat memudahkan virus untuk mengikat sel manusia.

Setelah setahu menjadi pandemi, virus Corona telah menghasilan berbagai mutasi bari di beberapa negara.

Baca juga: 5 Jenis Makanan yang Bantu Jaga Kesehatan Mata

Varian baru virus Corona

Mutasi pertama virus Corona adalah varian D614G, yang muncul di Australia dan India pada bulan Mei.

Pada bulan Desember, para ilmuwan mendeteksi varian B.1.1.7 di Inggris, diikuti oleh varian B.1.351 di Afrika Selatan, bersama dengan varian baru di Los Angeles dan Ohio.

Varian B.1.1.7 kini sedang menjadi fokus peneliti karena tidak hanya berpotensi lebih menular tetapi juga lebih mematikan.

Seperti apa varian baru B.1.1.7?

Varian B.1.1.7, yang pertama kali ditemukan di Inggris, diperkirakan 50 persen lebih menular daripada varian sebelumnya.

Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) terdapat 195 kasus infeksi B.1.1.7 ditemukan di Amerika Serikat.

Data CDC juga menyebutkan bahwa varian ini mengalami mutasi pada reseptor binding domain (RBD) protein spike pada posisi 501, dimana asam amino asparagine (N) telah diganti dengan tirosin (Y).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X