Kompas.com - 12/03/2021, 12:15 WIB
Ilustrasi diabetes. Penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat 7 dunia. Indonesia waspada diabetes, terutama di masa pandemi Covid-19. SHUTTERSTOCK/Proxima StudioIlustrasi diabetes. Penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat 7 dunia. Indonesia waspada diabetes, terutama di masa pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Sesekali melewatkan sarapan mungkin tidak akan menimbulkan masalah besar pada orang yang memiliki kondisi prima.

Namun, lain halnya dengan penderita diabetes. Melewatkan waktu sarapan bisa saja membuat kadar gula darah menurun atau melonjak drastis.

Padahal, kadar gula darah yang seimbang sangat penting untuk pasien diabetes.

Oleh karena itu, mereka harus makan tepat waktu untuk mengelola gejala mereka.

Ahli diet Carolyn Garvey juga mengatakan, sesekali melewatkan makan bisa menganggu keseimbangan antara asupan makanan dan obat-obatan diabetes.

Baca juga: Sulit Sembuh, Bagaimana Mengatasi Luka Pada Penderita Diabetes?

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Bahaya Melewatkan Sarapan Pada Pasien Diabetes
sesekali melewatkan makan bisa menganggu keseimbangan antara asupan makanan dan obat-obatan diabetes.
Bagikan artikel ini melalui

Akibatnya, kadar gula darah bisa menjadi terlalu rendah atau terlalu tinggi, yang tentunya berbahaya bagi kesehatan.

"Jika Anda mengonsumsi obat diabetes yang dapat menyebabkan gula darah rendah, Anda harus berusaha untuk tidak melewatkan waktu makan," kata Garvey.

Jika tidak bisa makan dengan jadwal yang teratur, bicarakan dengan dokter tentang obat diabetes yang tidak akan menyebabkan gula darah rendah.

Pentingnya kontrol gula darah

Saat Anda sakit atau merasa tidak ingin makan banyak, penting untuk memantau kadar gula darah.

"Untuk diabetes tipe 1, pastikan untuk memantau gula darah sebelum makan dan sebelum tidur, biasanya empat kali sehari," kata Garvey.

Anda juga perlu memeriksa kadar gula darah jika mengalami hal berikut:

  • kelaparan
  • gemetar atau gugup
  • berkeringat
  • pusing
  • mengantuk
  • kebingungan
  • kesulitas berbicara
  • kegelisahan
  • tubuh terasa lemas.

Pasien diabetes tipa2 yang mengonsumsi sulfonylurea juga perlu memeriksa gula darah minimal dua kali sehari, saat pagi hari dan sebelum tidur.

"Penting untuk diingat bahwa sulfonilurea dapat menyebabkan gula darah turun di siang hari jika Anda tidak makan apa pun setelah minum obat," kata Garvey.

Jika satu-satunya obat yang Anda konsumsi adalah metformin, Anda mungkin tidak perlu memeriksa gula darah lebih dari sekali sehari. Sebab, obat ini biasanya tidak menyebabkan hipoglikemia.

“Penting untuk mewaspadai gejala yang terkait dengan gula darah rendah,” kata Garvey.

Jika Anda tidak makan karena penyakit akut seperti flu atau infeksi, gula darah Anda juga bisa meningkat.

"Ketika Anda menderita diabetes dan sakit parah, Anda harus memeriksa gula darah hingga empat kali sehari, minum banyak cairan dan hubungi dokter jika gula darah secara konsisten melebihi 250," kata Garvey.

Baca juga: 8 Penyebab Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Mengelola gejala diabetes

Untuk mengelola gejala diabetes, berikut hal yang perlu Anda lakukan:

1. Insulin waktu makan

Jika Anda melewatkan waktu makan, Anda juga harus melewatkan penggunaan insulin waktu makan.

2. Insulin kerja panjang

Dosis untuk insulin kerja panjang biasanya tidak didasarkan pada asupan makanan.

Jadi, dokter Anda kemungkinan besar tidak akan merekomendasikan pengurangan dosis.

3. Obat lain

Ada beberapa obat diabetes yang akan menurunkan gula darah Anda saat tinggi, tetapi biasanya tidak menyebabkan hipoglikemia.

Jenis oat tersebut biasanya tidak membutuhkan penyesuaian, tergantung pada seberapa banyak Anda makan.

Contoh obat-obat tersebut antara lain metformin, penghambat SGLT-2 dan penghambat DPP4.

Memantau gejala bukan satu-satunya cara untuk memastikan kada gula darah.

“Penting untuk diingat bahwa gejala gula darah tinggi atau rendah dapat memudar setelah beberapa tahun hidup dengan diabetes, terutama jika gula darah belum terkontrol dengan baik,” kata Garvey.

Selain itu, beberapa gejala gula darah tinggi dan gula darah rendah juga serupa.

Jadi, Anda perlu memeriksa gula darahterlebih dahulu sebelum melakukan pengobatan.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.