Kompas.com - 10/04/2021, 06:06 WIB

KOMPAS.com - Kista bartholin adalah kantong berisi cairan atau benjolan setengah padat yang terbentuk di kelenjar bartholin.

Kelenjar bartholin terletak di sisi kanan dan kiri bagian belakang lubang vagina wanita.

Kelenjar ini fungsinya untuk membantu melumasi vagina selama ada rangsangan seksual.

Kista kelenjar bartholin dapat berkembang saat kelenjar tersebut tersumbat. Penyebabnya bisa karena infeksi, peradangan, atau iritasi jangka panjang.

Baca juga: 5 Gejala dan Penyebab Kista Bartholin

Apakah kista bartholin bisa sembuh sendiri?

Tidak semua kista bartholin bisa sembuh sendiri. Penyakit ini apabila benjolan kistanya cukup besar atau ada tanda infeksi memerlukan perawatan medis.

Di tahap awal penyakit, kista bartholin biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Tanda penyakit baru muncul setelah benjolan membesar dan terinfeksi.

Melansir Harvard Health Publishing, gejala kista bartholin yang ukurannya membesar dan ada tanda infeksi, antara lain:

  • Muncul benjolan empuk dan terasa sakit di dekat lubang vagina
  • Rasa sakit atau tidak nyaman saat duduk, jalan, atau berhubungan intim
  • Kista yang terinfeksi akan bengkak, mengeras, dan sangat nyeri
  • Demam

Baca juga: Kista Endometriosis: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Kista yang sudah terinfeksi bakteri Escherichia coli, biang penyakit menular seksual seperti gonore, atau klamidia memerlukan pengobatan.

Dokter bisa mengetahui kondisi penyakit ini apakah sudah terinfeksi atau belum lewat pemeriksaan dan mengamati gejala kista bartholin.

Baca juga: Tanda Gejala Kista Ginjal dan Penyebabnya

Cara menyembuhkan kista bartholin

Terdapat beberapa cara menyembuhkan kista bartholin sesuai kondisi dan penyebab penyakit. Melansir MedicineNet, berikut beberapa di antaranya:

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.