Kompas.com - 21/04/2021, 04:03 WIB
Ilustrasi brokoli MizinaIlustrasi brokoli

KOMPAS.com – Sistem imunitas atau daya tahan tubuh secara sederhana bisa dipahami sebagai sistem kerja tubuh untuk melawan penyakit.

Sistem ini akan melindungi tubuh dari serangan organisme atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit.

Saat sistem imunitas dalam kondisi lemah, tubuh pun akan mudah terserang suatu penyakit.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Maka dari itu, agar tubuh kebal terhadap penyakit, sistem imun harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Terlebih, belakangan ini buruknya imunitas dikaitkan erat dengan risiko terinfeksi virus corona penyebab Covid-19.

Salah satu cara yang mudah dilakukan untuk menjaga imunitas agar tetap kuat adalah dengan mengonsumsi sayuran tertentu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ini adalah beragam sayuran untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang bisa dipilih:

1. Paprika merah

Jika di buah-buah ada buah jeruk sebagai bahan makanan yang memiliki kandungan vitamin C tinggi.

Di kubu sayuran, ada paprika sebagai bahan makanan yang menyediakan banyak vitamin C.

Melansir Health Line, jika dibandingkan dengan berat bahan yang sama, paprika merah bahkan mengandung hampir 3 kali lebih banyak vitamin C dari jeruk florida.

Satu ons paprika merah bisa mengandung 127 mg vitamin C.

Kandungan vitamin C ini telah terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Vitamin C juga bisa berguna untuk menjaga kesehatan kulit.

Selain banyak mengandung vitamin C, paprika merah termasuk makanan sumber senyawa beta karoten yang baik.

Di dalam tubuh, beta karoten dari paprika ini dapat diubah menjadi vitamin A, sehingga bisa membantu menjaga kesehatan mata.

2. Brokoli

Brokoli adalah sayuran yang mengandung banyak vitamin dan mineral.

Beberapa di antaranya, yakni:

  • Vitamin A
  • Vitamin C
  • Vitamin E

Brokoli juga mengandung serat dan banyak zat antioksidan lainnya sehingga sangat berguna untuk menunjang sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Perlu diingat, kunci untuk mempertahankan kandungan nutrisi brokoli ini adalah dengan mengolah atau memasaknya sesederhana mungkin.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengukus adalah cara terbaik untuk menjaga lebih banyak nutrisi dalam makanan.

Anda bahkan bisa mengonsumsi brokoli hanya dengan membersihkannya terlebih dahulu.

3. Bawang putih

Bawang putih adalah bahan makanan yang hampir tersedia di setiap masakan di dunia.

Bawang putih nyatanya bukan hanya dapat meningkatkan cita rasa makanan, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan.

Peradaban awal mengakui kandungan senyawa dalam bawang putih dalam memerangi infeksi.

Bawang putih juga dapat memperlambat pengerasan pembuluh darah, dan ada bukti yang menyatakan bahwa sayuran ini bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini 6 Manfaat Luar Biasa Konsumsi Bawang Putih

Sedangkan sifat dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh dari bawang putih tampaknya berasal dari konsentrasi tinggi senyawa yang mengandung belerang, seperti allicin di dalamnya.

4. Cabai

Hampir serupa dengan paprika, cabai adalah bahan makanan yang sanggup menyediakan banyak vitamin C.

Vitamin C ini dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara mendorong produksi sel darah putih yang disebut limfosit dan fagosit.

Satu buah cabai hijau berukuran besar bisa mengandung 109 mg vitamin C atau sanggup mencukupi kebutuhan harian vitamin C hingga 121 persen.

Sebagai perbandingan, satu buah cabai merah bisa menghasilkan 65 mg vitamin C atau mencukupi kebutuhan harian 72 persen.

Tak hanya mengandung vitamin C tinggi, cabai juga kaya akan capsaicin, senyawa yang bertanggung jawab atas rasanya yang panas.

Baca juga: Makan Cabai Pakai Tangkai atau Tanpa Tangkai, Mana yang Lebih Baik?

Capsaicin ini dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan.

Ada juga bukti bahwa sekitar satu sendok makan (10 gram) bubuk cabai merah dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak.

5. Sayur kale

Secangkir kale mentah cincang bisa menyediakan 80 mg vitamin C atau sanggup memenuhi kebutuhan vitamin C harian sebanyak 89 persen.

Kandungan vitamin C ini telah terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

 

Vitamin C Sayuran ini juga dapat memasok vitamin K dalam jumlah tinggi dan karotenoid lutein dan zeaxanthin.

Sementara, satu cangkir kale matang bisa menyediakan 53 mg vitamin C atau memenuhi 59 kebutuhan harian.

6. Bayam

Melansir Medical News Today, bayam termasuk sayuran untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung banyak nutrisi dan antioksidan penting.

Baca juga: 13 Makanan yang Mengandung Vitamin A Tinggi

Ini termasuk:

  • Flavonoid
  • Karotenoid
  • Vitamin C
  • Vitamin E

Vitamin C dan vitamin E ini dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh.

Penelitian juga menunjukkan bahwa flavonoid dapat membantu mencegah flu biasa pada orang sehat.

Sama seperti brokoli, konsumsi bayam paling sehat adalah dengan cara dimasak sesederhana mungkin sehingga bisa mempertahankan kandungan nutrisinya.

7. Tomat

Tomat adalah makanan yang enak untuk dimakan saat Anda sakit karena konsentrasi vitamin C yang tinggi.

Melansir Eat This, hanya satu tomat berukuran sedang dapat mengandung lebih dari 16 mg vitamin C, yang terbukti merupakan bahan bakar untuk sistem kekebalan tubuh.

Dalam sebuah penelitian di Jerman yang diterbitkan oleh Medizinische Monatsschrift fur Pharmazeuten, vitamin C terbukti menjadi bagian penting dari kekuatan fagosit dan sel-T tubuh, dua komponen utama sistem kekebalan.

Baca juga: 7 Buah untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Para peneliti juga mencatat bahwa kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan sistem kekebalan yang lebih lemah dan menurunkan ketahanan terhadap patogen tertentu yang dapat menyebabkan penyakit.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X