Kompas.com - 29/04/2021, 14:18 WIB
Ilustrasi tekanan darah tinggi SHUTTERSTOCKIlustrasi tekanan darah tinggi

KOMPAS.com - Tekanan darah tinggi bisa meningkatkan risiko kesehatan yang serius seperti serangan jantung, stroke, atau kerusakan ginjal.

Sebaliknya, tekanan darah yang terlalu rendah juga bisa mengakibatkan masalah serupa.

“Tekanan darah adalah bagian penting dari fisiologi normal tubuh Anda,” kata spesialis ritme jantung Jeffery Courson.

Tekanan darah mencerminkan kemampuan tubuh untuk mengirim darah yang kaya oksigen ke organ vital, terutama otak.

Tekanan darah adalah ukuran sederhana dari keseluruhan kesehatan yang dapat dilakukan secara rutin.

Baca juga: Mengenal Gejala dan Cara Mengatasi Infeksi HPV Pada Pria

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tekanan darah normal berada di kisaran angka 120 / 80mmHg.

Angka 120 adalah tekanan sistolik dan mewakili ukuran tekanan di arteri Anda saat jantung berkontraksi.

Angka 80 adalah diastolik dan mewakili tekanan di arteri Anda saat jantung Anda rileks.

Tekanan darah 90/60 mmHG mungkin normal untuk orang berusia muda dan sehat.

Tapi, tekanan darah di kisaran tersebut dapat menyebabkan gejala pusing atau lemah pada pasien yang berusia lebih tua atau seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Penyebab tekanan darah rendah

Efek pengobatan adalah salah satu penyebab paling umum yang memicu tekanan darah rendah.

Jika Anda memang memiliki tekanan darah rendah, Courson menyarankan agar meninjau pengobatan yang dijalani.

Sebenarnya, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi tekanan darah. Berikut faktor tersebut:

Jumlah darah yang dipompa dari jantung Anda di setiap kontraksi.

Tonus pembuluh darah, yang dapat dipengaruhi oleh kekakuan atau penyumbatan pada pembuluh darah.

Denyut jantung.

Gangguan salah satu faktor ini dapat menyebabkan tekanan darah rendah.

Misalnya, pasien dengan gagal jantung dan stroke volume rendah mungkin rentan terhadap tekanan darah rendah.

Baca juga: 4 Risiko Makan Telur Setengah Matang yang Perlu Dipertimbangkan

Terkadang, hal ini terjadi jika terlalu banyak cairan dikeluarkan oleh tubuh.

Beberapa kondisi seperti infeksi atau kelumpuhan dapat mempengaruhi tonus pembuluh darah dan mengakibatkan tekanan darah rendah.

Aritmia yang menyebabkan detak jantung terlalu lambat (bradikardia) atau terlalu cepat (takikardia) dapat menyebabkan tekanan darah rendah.

Nilai tekanan darah berfluktuasi dan naik turun adalah hal yang normal.

Anda membutuhkan tekanan darah yang lebih tinggi saat berolahraga dan tekanan darah yang lebih rendah saat istirahat karena kebutuhan oksigen setiap individu berbeda dalam kondisi ini.

Sistem saraf otonom Anda mengatur tekanan darah kita. 

“Saya menganggap ini sebagai sistem saraf 'otomatis' kita karena kita tidak mengendalikannya dengan pikiran,” kata Courson.

Jadi, jika Anda dalam kondisi marah atau berolahraga, tekanan darah akan naik.

Beberapa orang mengalami gangguan yang memengaruhi sistem saraf otonom yang dapat mengakibatkan kesulitan mengatur tekanan darah mereka.

Hal ini dapat mengakibatkan tekanan darah rendah saat berdiri atau tekanan darah sangat labil yang berfluktuasi antara tinggi dan rendah.

Tekanan darah rendah dapat menyebabkan gejala pusing atau pusing, lemas atau perasaan pingsan.

Jika Anda memiliki gejala-gejala yang berhubungan dengan tekanan darah rendah, Anda harus menghubungi dokter.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X