Kompas.com - 18/05/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

KOMPAS.com - Caregiver burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosi, dan mental yang berlebih karena merawat orang sakit, lansia, atau penyandang disabilitas.

Kelelahan ini biasanya akan memiliki dampak yang luas dan berkepanjangan apabila dibiarkan terus-menerus.

Dilansir dari Cleveland Clinic, caregiver burnout dapat terjadi ketika pengasuh tidak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Baca juga: Viral Istri Pukuli Suami Penderita Stroke, Stres Jadi Caregiver Itu Nyata

Selain itu, bisa juga karena mereka mencoba melakukan lebih dari yang mereka mampu, baik secara fisik maupun secara finansial.

Mereka biasanya merasa bersalah jika menghabiskan waktu untuk diri mereka sendiri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka memilih menghabiskan waktunya untuk orang yang sedang ia rawat.

Akibatnya, mereka merasa kelelahan, stres, kecemasan, dan depresi berkepanjangan.

Penyebab caregiver burnout

Orang yang merawat sering kali begitu sibuk merawat orang lain sehingga mereka cenderung mengabaikan diri mereka sendiri.

Di samping itu, ada hal-hal lain yang menyebabkan mereka mengalaminya.

  • Kebingungan peran: Mereka kesulitan membedakan perannya sebagai orang yang mengasuh dengan perannya sebagai pasangan, anak, teman, atau keluarga.
  • Harapan yang tidak realistis: Mereka sering kali memiliki harapan yang tidak realistis. Mereka menginginkan apa yang ia lakukan dapat berdampak positif terhadap pasien, padahal mereka tidak memiliki kapasitas untuk itu.
  • Masalah finansial: Selain mental, emosi, dan tenaga, merawat orang sakit juga menghabiskan biaya yang tidak sedikit karena keperluan yang beraneka ragam, seperti obat rutin, diaper, dan peralatan lainnya.

Gejala caregiver burnout

Dilansir dari WebMd, gejala caregiver burnout sangat mirip dengan gejala stres dan depresi, yakni sebagai berikut.

Baca juga: Istri Pukul Suami Penderita Stroke, Waspada Gejala Caregiver Burnout

  • Penarikan diri dari teman dan keluarga
  • Kehilangan minat pada aktivitas yang biasa dinikmati
  • Merasa sedih, rewel, putus asa, dan tidak berdaya
  • Perubahan nafsu makan, berat badan, atau keduanya
  • Perubahan pola tidur
  • Lebih sering sakit
  • Kelelahan emosional dan fisik
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan/atau obat tidur
  • Perasaan ingin menyakiti diri sendiri atau orang yang disayangi

Cara mengatasi caregiver burnout

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi caregiver burnout.

  • Kenali batas lelah diri.
  • Temui seseorang yang dipercaya, seperti teman, rekan kerja, atau tetangga, dan curahkan segala kelelahan yang dirasakan.
  • Pikirkan untuk istirahat dan bagilah tugas dengan orang lain.
  • Bersikap realistis tentang penyakit yang diderita orang yang dicintai, terutama jika itu adalah penyakit yang progresif, seperti Parkinson atau Alzheimer.
  • Luangkan waktu untuk diri sendiri, meskipun hanya satu atau dua jam. Merawat diri sendiri adalah kebutuhan, bukan sesuatu yang egois.
  • Bicaralah dengan seorang profesional, seperti psikolog atau psikiater.

Baca juga: Istri Pukul Suami Penderita Stroke, 3 Cara Cegah Stres pada Caregiver


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X