Kompas.com - 30/05/2021, 07:31 WIB
Ilustrasi gusi berdarah Ilustrasi gusi berdarah

KOMPAS.com - Gusi berdarah merupakan salah satu gejala penyakit gusi paling umum yang dialami oleh banyak orang.

Gejala gusi berdarah tidak bisa disepelekan, sebab dapat menjadi indikasi masalah kesehatan lainnya.

Dilansir dari Healthline, gusi berdarah yang terjadi sesekali bisa disebabkan oleh aktivitas menggosok gigi yang terlalu kuat.

Baca juga: Gusi Berdarah Gejala Penyakit Apa?

Gejala gusi berdarah juga bisa mengindikasikan beberapa penyakit lain, yakni periodontitis, leukemia, kekurangan vitamin, dan kekurangan sel darah merah.

Di samping itu, ada beberapa kondisi yang menyebabkan gusi berdarah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ini beberapa di antaranya. 

1. Gingivitis

Kebanyakan orang mengalami radang gusi ketika plak berada di garis gusi terlalu lama.

Plak mengacu pada kotoran dan bakteri yang menempel di gigi.

Menyikat gigi menghilangkan plak dan dapat mencegah gigi berlubang  atau karies gigi.

Namun, plak mungkin tertinggal di garis gusi jika tidak menyikat dan membersihkan gigi secara benar.

Jika plak tidak dihilangkan dapat mengeras menjadi karang gigi atau kalkulus yang akan meningkatkan perdarahan.

Penumpukan plak di dekat gusi juga bisa menyebabkan radang gusi.

Gejala radang gusi meliputi:

  • gusi bengkak;
  • nyeri di mulut dan di sekitar gusi;
  • gusi berdarah.

Baca juga: 17 Penyebab Gusi Berdarah dan Cara Mengatasinya

2. Periodontitis

Penyakit periodontal (periodontitis) dapat terjadi saat gingivitis menjadi lanjut.

Penyakit periodontal adalah infeksi pada gusi, tulang rahang, dan jaringan pendukung yang menghubungkan gigi dan gusi.

Periodontitis dapat menyebabkan gigi kendur atau rontok.

3. Kekurangan vitamin

Kekurangan vitamin C dan vitamin K juga bisa menyebabkan gusi mudah berdarah.

Jika mengalami gusi berdarah, periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah gusi berdarah yang dialami disebabkan oleh kekurangan kadar vitamin C dan K atau tidak.

Jika iya, biasanya dokter akan menganjurkan pasien mengonsumsi beberapa makanan yang tinggi vitamin C dan K.

Makanan yang kaya vitamin C meliputi:

  • buah jeruk dan jus;
  • brokoli;
  • stroberi;
  • tomat;
  • kentang;
  • paprika.

Makanan yang kaya vitamin K meliputi:

Baca juga: 8 Cara Mudah Menghentikan Pendarahan pada Gusi

  • kubis;
  • bayam;
  • selada;
  • sawi hijau;
  • kedelai;
  • minyak canola;
  • minyak zaitun.

4. Pemasangan gigi palsu yang kurang pas

Orang yang memakai gigi palsu juga terkadang mengalami gusi berdarah.

Hal ini terjadi karena gigi palsu yang dipasang kurang pas.

Oleh karena itu, bicaralah dengan dokter gigi atau ortodontis jika gigi palsu atau peralatan mulut lainnya menyebabkan gusi berdarah.

Mereka harus segera mengevaluasi dan membenahi gigi palsu yang telah terpasang.

5. Kehamilan

Merangkum dari NHS, beberapa perempuan mengalami gusi berdarah selama kehamilan.

Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat gusi lebih rentan terhadap plak, yang menyebabkan peradangan dan pendarahan. 

Kondisi ini biasanya disebut sebagai gingivitis kehamilan atau radang gusi kehamilan.

Penyakit ini dapat menyebabkan perdarahan pada gusi dan dalam kasus yang parah, kehilangan gigi.

Baca juga: Cara Mengempeskan Gusi Bengkak secara Alami

Terlebih lagi, seperti dilansir dari WebMD, apabila tidak ditangani, kondisi ini menyebabkan ibu mengalami persalinan secara prematur.

Bayi akan lahir sebelum berusia 37 minggu dan akan mengalami kekurangan berat badan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.