Kompas.com - 20/06/2021, 10:30 WIB
Ilustrasi garam Himalaya Ilustrasi garam Himalaya

KOMPAS.com - Garam Himalaya adalah jenis garam yang secara alami berwarna merah muda yang diekstraksi dari Tambang Garam Khewra, tepatnya di dekat Himalaya di Pakistan.

Tambang Garam Khewra adalah salah satu tambang garam tertua dan terbesar di dunia.

Melansir dari Healthline, garam Himalaya yang dipanen dari tambang ini diyakini telah terbentuk jutaan tahun yang lalu dari penguapan badan air purba.

Garam diekstraksi dengan tangan dan diproses secara minimal untuk menghasilkan produk murni yang bebas aditif dan dianggap jauh lebih alami daripada garam meja.

Seperti garam meja, garam Himalaya sebagian besar terdiri dari natrium klorida.

Baca juga: 7 Manfaat Kumur dengan Air Garam untuk Kesehatan

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Benarkah Garam Himalaya Lebih Sehat daripada Garam Meja?
Banyak orang mengklaim bahwa garam Himalaya lebih sehat daripada garam meja biasa.
Bagikan artikel ini melalui

Namun, proses pemanenan alami memungkinkan garam Himalaya merah muda memiliki banyak mineral dan elemen lain yang tidak ditemukan dalam garam meja biasa.

Beberapa orang memperkirakan garam Himalaya mengandung hingga 84 mineral dan elemen yang berbeda.

Faktanya, mineral inilah, terutama zat besi, yang memberikan warna merah jambu yang khas.

Untuk alasan ini, garam Himalaya sering dianggap jauh lebih sehat daripada garam meja biasa.

Namun, sedikit penelitian tentang garam Himalaya merah muda ada, dan orang lain bersikeras bahwa klaim kesehatan yang luar biasa ini tidak lebih dari spekulasi.

Baik garam meja maupun garam Himalaya, sebagian besar terdiri dari natrium klorida, tetapi garam Himalaya memiliki hingga 84 mineral dan elemen lainnya.

Ini termasuk mineral umum, seperti kalium dan kalsium, serta mineral yang kurang dikenal, seperti strontium dan molybdenum.

Satu studi berjudul “Comparison of Salty Taste and Time Intensity of Sea and Land Salts from Around The World” menganalisis kandungan mineral dari berbagai jenis garam, termasuk garam Himalaya merah muda dan garam meja biasa.

Hasilnya, garam meja mungkin memiliki lebih banyak natrium, tetapi garam Himalaya merah muda mengandung lebih banyak kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi.

Namun, jumlah mineral dalam garam Himalaya sangat kecil.

Baca juga: Rekomendasi Garam untuk Penderita Darah Tinggi

Terlepas dari kenyataan bahwa garam Himalaya merah muda hanya mengandung sejumlah kecil mineral tambahan, banyak orang masih mengklaim bahwa garam itu dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan.

Sebenarnya, sebagian besar klaim ini tidak memiliki penelitian untuk mendukungnya.

Misalnya, selama ini garam Himalaya diklaim dapat memperbaiki yang berhubungan dengan pernapasan.

Klaim tersebut telah dievaluasi dalam beberapa penelitian dan hasilnya, mungkin ada beberapa manfaat, tetapi secara keseluruhan, penelitian yang lebih ketat diperlukan untuk menyelidiki efektivitasnya.

Contoh lain, garam Himalaya diklaim dapat meningkatkan kualitas tidur.

Faktanya, penelitian berjudul “Sodium-restricted diet increases nighttime plasma norepinephrine and impairs sleep patterns in man” menunjukkan bahwa konsumsi garam jenis apa pun dalam jumlah yang cukup juga dapat meningkatkan kualitas tidur.

Hal ini disebabkan oleh kandungan natrium klorida di dalam garam.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa klaim bahwa garam Himalaya lebih sehat daripada garam meja merupakan klaim yang masih kurang bukti.

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.