Kompas.com - 20/06/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi vitiligo Ilustrasi vitiligo

KOMPAS.com - Vitiligo adalah masalah jangka panjang ketika terdapat bercak putih pada kulit karena kehilangan pigmentasi.

Kondisi ini dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, atau kelompok etnis.

Bercak muncul ketika melanosit di dalam kulit mati.

Melanosit adalah sel yang bertanggung jawab untuk memproduksi pigmen kulit, yakni melanin, yang memberi warna pada kulit dan melindunginya dari sinar UV matahari.

Menurut sebuah penelitian berjudul “A review of the worldwide prevalence of vitiligo in children/adolescents and adults”, secara global, vitiligo dialami oleh 0,5 dan 2 persen masyarakat dunia.

Baca juga: Manfaat dan Efek Samping Serum Vitamin C bagi Kesehatan Kulit

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Vitiligo: Gejala, Jenis, dan Penanganannya
Vitiligo adalah masalah jangka panjang ketika terdapat bercak putih pada kulit karena kehilangan pigmentasi.
Bagikan artikel ini melalui

Area kulit yang dapat terkena vitiligo bervariasi antarindividu.

Kondisi ini juga dapat menyerang mata, bagian dalam mulut, dan rambut.

Dalam kebanyakan kasus, daerah yang terkena tetap berubah warna selamanya.

Kulit yang terkena vitiligo biasanya akan mengalami fotosensitif, yakni kondisi ketika kulit tersebut akan sensitif terhadap matahari.

Gejala

Merangkum dari Medical News Today, satu-satunya gejala vitiligo adalah munculnya bintik-bintik putih datar atau bercak pada kulit.

Bintik putih pertama yang terlihat sering berada di area yang cenderung terkena sinar matahari.

Awalnya, bercak tersebut hanya terlihat lebih pucat dari bagian kulit lainnya, tetapi seiring berjalannya waktu, warna pucat tersebut berubah menjadi putih.

Bercak tersebut memiliki bentuk yang tidak beraturan, bahkan di bagian tepi biasanya akan menjadi sedikit meradang dengan warna merah.

Baca juga: Waspadai, 5 Ciri-ciri Tahi Lalat Gejala Kanker Kulit Melanoma

Kondisi ini biasanya menyebabkan gatal.

Efek vitiligo bervariasi pada setiap orang.

Beberapa orang mungkin hanya memiliki beberapa titik putih yang tidak berkembang lebih jauh.

Sementara itu, pada sebagian yang lain, bercak putih akan membesar dan memengaruhi area kulit lebih luas.

Jenis vitiligo

Vitiligo non-segmental

Vitiligo sering muncul dalam pola semi-simetris.

Jika bercak putih pertama simetris, ini menunjukkan jenis vitiligo yang dikenal sebagai vitiligo non-segmental.

Perkembangannya akan lebih lambat dibandingkan jika bercak hanya di satu area tubuh.

Vitiligo non-segmental adalah jenis yang paling umum, terhitung hingga 90 persen kasus di seluruh dunia.

Bercak sering muncul pada kulit yang biasa terkena sinar matahari, seperti wajah, leher, dan tangan.

Baca juga: Apakah Kanker Kulit Melanoma Bisa Disembuhkan?

Area umum meliputi beberapa area berikut.

  • punggung tangan
  • lengan
  • mata
  • lutut
  • siku
  • kaki
  • mulut
  • ketiak dan selangkangan
  • hidung
  • pusar
  • alat kelamin dan daerah dubur

Vitiligo non-segmental selanjutnya dipecah menjadi sub-kategori berikut.

  • Generalized: Tidak ada area atau ukuran patch yang spesifik. Vitiligo ini adalah tipe yang paling umum.
  • Acrofacial: Sebagian besar terjadi pada jari tangan atau kaki.
  • Mukosa: Sebagian besar muncul di sekitar selaput lendir dan bibir.
  • Universal: Depigmentasi menutupi sebagian besar tubuh. Kondisi ini sangat jarang.
  • Fokal: Satu, atau beberapa, bercak putih tersebar berkembang di area diskrit. Paling sering terjadi pada anak kecil.

Vitiligo segmental

Vitiligo segmental menyebar lebih cepat tetapi dianggap lebih konstan dan stabil.

Selain itu, jenis ini juga area yang terkena tidak menentu.

Vitiligo segmental jarang terjadi dan hanya dialami oleh 10 persen orang dengan vitiligo.

Biasanya, juga menyerang kelompok usia anak-anak.

Vitiligo segmental biasanya mempengaruhi area kulit yang melekat pada saraf yang timbul di akar dorsal tulang belakang.

Baca juga: Apakah Kanker Kulit Melanoma Berbahaya?

Penanganan vitiligo

Menggunakan tabir surya

American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan penggunaan tabir surya karena bagian kulit yang lebih terang sangat sensitif terhadap sinar matahari dan mudah terbakar.

Seorang dokter kulit dapat memberi saran tentang jenis yang cocok.

Fototerapi dengan sinar UVB

Paparan lampu ultraviolet B (UVB) adalah pilihan perawatan yang umum.

Fototerapi UVB, dikombinasikan dengan perawatan lain, dapat memiliki efek positif pada vitiligo.

Namun, hasilnya tidak sepenuhnya dapat diprediksi, dan masih belum ada perawatan yang sepenuhnya akan membuat pigmen kembali pada kulit.

Baca juga: Kanker Kulit Melanoma: Jenis, Gejala, Penyebab, Cara Menyembuhkan

Fototerapi dengan sinar UVA

Perawatan UVA biasanya dilakukan dalam pengaturan perawatan kesehatan.

Pertama, pasien mengonsumsi obat yang meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV.

Kemudian, dalam serangkaian perawatan, kulit akan terkena sinar UVA dosis tinggi.

Kemajuan akan terlihat setelah 6 sampai 12 bulan.

Terapi ini biasanya dilakukan dalam dua kali seminggu.

Kamuflase kulit

Dalam kasus vitiligo ringan, pasien dapat menyamarkan beberapa bercak putih dengan krim kosmetik dan riasan berwarna.

Krim kosmetik dan riasan berwarna senada dengan warna kulit asli dapat menyamarkan vitiligo.

Baca juga: 3 Ciri-ciri Kanker Kulit sesuai Jenis yang Paling Umum

Depigmentasi

Ketika area yang terkena meluas, menutupi 50 persen tubuh atau lebih, depigmentasi bisa menjadi pilihan.

Depigmentasi adalah cara mengurangi warna kulit di bagian yang tidak terpengaruh agar sesuai dengan area yang lebih putih.

Depigmentasi dicapai dengan mengoleskan losion atau salep topikal yang kuat, seperti monobenzone, mequinol, atau hydroquinone.

Perawatannya permanen, tetapi bisa membuat kulit lebih rapuh.

Paparan sinar matahari yang lama harus dihindari.

Depigmentasi dapat memakan waktu 12 hingga 14 bulan, tergantung pada faktor-faktor seperti kedalaman warna kulit asli.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kulit Belang
Kulit Belang
PENYAKIT
Kulit Melepuh
Kulit Melepuh
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.