Kompas.com - 03/07/2021, 06:00 WIB
Vaksin Moderna telah mendapat izin BPOM untuk digunakan di Indonesia dalam program vaksinasi pemerintah. Efikasi vaksin Moderna ini capai 4,1 persen. SHUTTERSTOCK/oasisamuelVaksin Moderna telah mendapat izin BPOM untuk digunakan di Indonesia dalam program vaksinasi pemerintah. Efikasi vaksin Moderna ini capai 4,1 persen.

KOMPAS.com - Banyak orang mungkin berpikir setelah mendapatkan vaksin, kita bisa bebas beraktivitas seperti sedia kala.

Padahal, vaksin bukan berarti kita terbebas dari Covid-19. Menurut pakar penyakit menular Lyssette Cardona, tidak ada vaksin yang menawarkan perlindungan 100 persen terhadap penyakit.

Namun, vaksin Covid-19 tetap bisa memberikan perlindungan terbaik untuk melawan virus Corona.

Selain itu, orang yang sudah mendapatkan vaksin masih bisa menularkan virus Corona.

Namun, prosentase terjadinya hal tersebut sangat rendah.

Baca juga: 3 Rekomendasi Jus untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal ini juga bisa menjadi kenyataan bagi orang yang tidak memiliki respons imun yang baik terhadap vaksin," ucap Cardona.

Mereka yang memiliki kondisi kekebalan, kesehatan kronis, atau mereka yang memiliki gangguan kesehatan mungkin tidak memiliki respons perlindungan terbaik terhadap vaksin.

Lalu bisakah orang yang sudah mendapatkan vaksin terinfeksi virus Corona?

Ada beberapa kasus di mana orang sudah mendapatkan vaksin masih dinyatakan positif atau terinfeksi Covid-19.

Hal ini memang bisa saja terjadi. Vaksin Covid-19 memberikan perlindungan terbaik dalam waktu dua minggu setelah vaksinasi penuh.

Seseorang dianggap divaksinasi penuh dua minggu setelah menerima dosis kedua vaksin.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Cacar Api
Cacar Api
PENYAKIT
Skizoafektif
Skizoafektif
PENYAKIT
Folikulitis
Folikulitis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.