Kompas.com - 19/07/2021, 07:32 WIB
Ilustrasi kopi shutterstockIlustrasi kopi

Sementara sebagian kecil orang sangat sensitif terhadap kopi dan secara teratur mengalami masalah pencernaan ketika mengonsumsi kopi, baik dalam keadaan perut kosong maupun perut sudah terisi.

Namun, penting untuk memperhatikan bagaimana tubuh merespons.

Jika seseorang mengalami masalah pencernaan setelah minum kopi dengan perut kosong tetapi tidak saat perut terisi, pertimbangkan untuk menyesuaikan asupan kopi harian.

Di samping itu, ada juga anggapan bahwa mengonsumsi kopi saat perut kosong dapat meningkatkan hormon stres, yakni hormon kortisol.

Kortisol diproduksi oleh kelenjar adrenal dan membantu mengatur metabolisme, tekanan darah, dan kadar gula darah.

Baca juga: Mengenal Manfaat Kopi untuk Organ Hati

Namun, tingkat yang berlebihan dapat memicu masalah kesehatan, seperti masalah pada tulang, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Tingkat kortisol secara alami memuncak ketika seseorang bangun, kemudian perlahan menurun sepanjang hari, dan memuncak lagi selama fase awal tidur.

Menariknya, kopi merangsang produksi kortisol.

Namun, kenaikan hormon kortisol yang disebabkan oleh kopi dapat dikatakan relatif rendah, bahkan ada penelitian yang mengungkapkan, tidak ada peningkatan hormon ini sama sekali.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya mengonsumsi kopi saat perut kosong memang tidak masalah apabila ia tidak sensitif terhadap kafein.

Apabila seseorang mengalami sensitivitas terhadap kafein, sebaiknya tidak mengonsumsinya sama kali, baik dalam keadaan perut kosong maupun perut terisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.