Kompas.com - 18/07/2021, 19:31 WIB

KOMPAS.com - Sleep paralysis atau di Indonesia sering dikenal sebagai fenomena tindihan adalah perasaan tidak bisa bergerak, baik pada awal tidur atau saat bangun.

Indra dan kesadaran individu masih utuh, tetapi mereka mungkin merasa seolah-olah ada tekanan pada tubuh mereka, atau seolah-olah mereka tersedak.

Ini mungkin disertai dengan halusinasi dan ketakutan yang intens.

Melansir dari Medical News Today, sleep paralysis tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan kecemasan.

Kondisi ini bisa terjadi bersamaan dengan gangguan tidur lainnya, seperti narkolepsi.

Ini sering dialami selama masa remaja dan dapat sering terjadi pada usia 20-an dan 30-an.

Kendati demikian, kondisi ini tidak berisiko yang serius.

Sleep paralysis adalah parasomnia, atau peristiwa yang tidak diinginkan yang berhubungan dengan tidur.

Itu terjadi tepat setelah tertidur atau saat bangun di pagi hari, di antara waktu bangun dan tidur.

Episode sering disertai dengan pengalaman hypnagogic, yaitu halusinasi visual, auditori, dan sensorik.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.