Kompas.com - 19/09/2021, 13:01 WIB

Karena komplikasi infeksi, pasien tersebut didiagnosis terkena sindrom kompartemen atau peningkatan tekanan di dalam kompartemen otot setelah cedera.

“Karena penanganannya tidak tepat dan terlambat, pembuluh darah jadi tertutup dan rusak. Akhirnya, pasien diamputasi dari pinggul,” jelas dia.

Baca juga: Kisah M. Habib Shaleh, Lahir Kembali setelah Koma Cedera Olahraga

Penanganan cedera yang tepat, tak selalu operasi

Selama ini, salah satu kekhawatiran pasien cedera olahraga yakni menghadapi meja operasi. Padahal, vonis operasi bukan harga mati.

Penanganan medis cedera disesuaikan dengan derajat sakit atau kondisi masalah kesehatan ini.

Jika cedera yang dialami termasuk kategori cedera ringan, umumnya akan mengakibatkan nyeri, rasa tidak nyaman, dan bengkak pada bagian cedera.

Untuk penanganan cedera ringan, Evan menyarankan beberapa pertolongan pertama dengan langkah-langkah RICE, yakni:

  • Rest (istirahat), istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera
  • Ice (kompres dengan es), berikan kompres es untuk mengurangi bengkak
  • Compress (kompresi), kompresi dengan melilitkan perban elastik tapi jangan terlalu ketat agar tidak mengganggu sirkulasi darah
  • Elevation (elevasi), meninggikan area tubuh cedera sedikit lebih tinggi dari jantung

Baca juga: Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Meskipun sudah melakukan penanganan cedera RICE, pastikan orang yang baru terkena cedera olahraga berkonsultasi ke dokter.

Menurut Evan, sekitar 80 persen kasus cedera olahraga penangananya tidak melibatkan operasi.

“Penanganan cedera tidak semua perlu operasi. Terkadang, fisioterapi cukup. Latihan akan mengembalikan kekuatan, daya tahan, kelincahan, proprioseptif, dan performa,” jelas Evan.

Ihwal proses pemulihan cedera olahraga, Evan menyebutkan, dengan penanganan tepat cedera pada tulang bisa pulih dalam waktu enam bulan sampai setahun.

Sedangkan untuk cedera otot atau ligamen, proses pemulihan memerlukan waktu setidaknya enam minggu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.